<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="10075">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Implementasi Aturan Pelarungan Jenazah Anak Buah Kapal Menurut Pasal 30 Konvensi ILO Tentang Seafarer's Service Regulations]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Merlinda Lea Martins</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>DHEY WEGO TADEUS</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Viktor Eben Sabuna</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Dhey Wego Tadeus</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Elisabeth N.S.B. Tukan</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Viktor Eben Sabuna</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2022]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[2]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xii+100]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Merlinda Lea Martins. Implementasi Aturan Pelarungan Jenazah Anak Buah Kapal Menurut Pasal 30 Konvensi ILO Tentang Seafarer’s Service Regulations. Dibimbing oleh: Dhey Wego Tadeus sebagai Pembimbing I dan Viktor Eben Sabuna sebagai Pembimbing II, e-mail: lheamartins@gmail.com.
Pelarungan jenazah anak buah kapal merupakan salah satu cara yang dilakukan apabila terdapat anak buah kapal yang meninggal di atas kapal saat kapal sedang berlayar di tengah laut khususnya di perairan internasional dan kapal tidak dapat bersandar ke pelabuhan terdekat karena alasan tertentu. Pada bulan Mei 2020 lalu, media Korea Selatan MBC memberitakan sebuah video yang diambil secara diam-diam oleh salah satu anak buah kapal asal Indonesia yang juga bekerja di kapal tersebut, yang mana dalam video tersebut menunjukkan para pekerja Cina yang sedang melarungkan salah satu jenazah anak buah kapal asal Indonesia ke tengah laut. Oleh karena itu, masalah yang penulis rumuskan dalam skripsi ini adalah: (1) Bagaimanakah aturan pelarungan jenazah menurut Pasal 30 Konvensi ILO tentang seafarer’s service regulations? (2) Apakah aturan pelarungan jenazah menurut Pasal 30 Konvensi ILO tentang seafarer’s service regulations telah akomodatif menghormati martabat kemanusiaan?
Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah bahan pustaka atau data sekunder. Bahan pustaka merupakan bahan yang berasal dari sumber primer dan sumber sekunder.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pelarungan terhadap jenazah anak buah kapal yang meninggal di atas kapal saat kapal sedang berlayar tidak semuanya sesuai dengan syarat-syarat yang diatur dalam Pasal 30 Konvensi ILO tentang Seafarer’s Service Regulations, di mana terdapat empat syarat yang harus diikuti dalam melakukan pelarungan yaitu: (a) Kapal berlayar di laut internasional, (b) Telah meninggal lebih dari 24 jam atau kematiannya disebabkan oleh infeksi, (c) Kapal tidak dapat menyimpan jenazah karena alasan kebersihan atau pelabuhan entri melarang menyimpan jenazah atau alasan sah lainnya, (d) Surat kematian akan dikeluarkan oleh dokter kapal (apabila ada). (2) Pelarungan jenazah ABK yang dilakukan belum akomodatif menghormati martabat kemanusiaan jika dilihat dari segi agama, budaya dan tradisi yang ada di Indonesia. Selain itu jenazah sebenarnya masih dapat dikembalikan ke keluarga untuk dimakamkan dengan layak, walaupun memakan waktu yang cukup lama.

Kata Kunci: Pelarungan Jenazah, Anak Buah Kapal, Perlindungan Hukum, Akomodatif, Martabat Kemanusiaan.</note>
<classification><![CDATA[742.01]]></classification><ministry><![CDATA[74201]]></ministry><studentID><![CDATA[1802010605]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20221010]]></identifier><departementID><![CDATA[Ilmu Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[742.01 INS I]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="13201" url="" path="/74201-S1-1802010605-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Implementasi Aturan Pelarungan Jenazah Anak Buah Kapal Menurut Pasal 30 Konvensi ILO Tentang Seafarer's Service Regulation]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[10075]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2022-11-03 14:05:15]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2022-11-03 15:31:48]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>