<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="10126">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Eksistensi Rado Raja sebagai Lembaga Adat di Kampung Songga, Desa Embu Terhu, Kecamatan Ende, Kabupaten Ende]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Stefanus Karolus Rhebu</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>DARIUS MAURITSIUS</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>HELSINA FRANSISKA PELLO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Sukardan Aloysius</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2022]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[2]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xii + 62 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Lembaga adat terdiri dari lembaga adat desa dan lembaga adat yang secara wajar tumbuh  dan berkembang dalam masyarakat adat. Lembaga adat menjadi salah satu tanda eksistensi  atau keberadaan hukum adat pada sebuah daerah. Rado Raja merupakan salah satu lembaga  adat yang secara wajar tumbuh dalam masyarakat adat sehingga perlu dijaga dan  dilestarikan agar dapat diwariskan ke generasi selanjutnya. Rumusan masalah dalam 
penulisan ini adalah: (1) Bagaimanakah struktur Lembaga Adat Rado Raja? (2)  Bagaimanakah fungsi dan wewenang Lembaga Adat Rado Raja? (3) Bagaimanakah eksistensi Rado Raja sebagai lembaga adat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur Lembaga Adat Rado Raja, fungsi dan wewenang lembaga adat Rado Raja serta  eksistensi Rado Raja sebagai lembaga adat? Penelitian ini dilakukan di Kampung Songga, Desa Embu  erhu, Kecamatan Ende,  Kabupaten Ende. Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian yuridis empiris yaitu  penelitian yang diperoleh langsung di lapangan. Metode penentuan sampel yaitu purposive  sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, studi  kepustakaan dan dokumentasi. Data yang diperoleh diolah dan dianalisis berdasarkan  rumusan masalah yang telah ditetapkan kemudian disajikan secara deskriptif kualitatif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Struktur Lembaga Adat Rado Raja terdiri dari  Mosalaki yang berasal dari kata mosa yang artinya jantan dan Zaki artinya laki-laki.  Mosalaki berarti jantannya laki-laki. Mosalaki adalah seorang pemimpin (laki-laki) yang  mampu memimpin dan menguasai masyarakatnya. Serta Ana Kuni Nggena (Pembantu  Mosalaki), merupakan orang yang membantu mosalaki dalam menjalankan seremonial  adat. (2) Fungsi dan wewenang mosalaki yaitu sebagai pemimpin, pengatur, penengah  (hakim perdamaian), serta penghubung antara pemerintah dan masyarakat adat. Ana Kuni  Nggena (pembantu mosalaki), berfungsi membantu mosalaki. (3) Lembaga Adat Rado 
Raja masih eksis sampai dengan saat ini yang ditandai dengan adanya struktur lembaga  adat, wilayah hukum adat, masyarakat adat, serta hukum adat yang masih berlaku. Selain  itu juga terdapat beberapa simbol atau lambang yaitu Sa’o Mere Tenda Zewa (Rumah),  Tubu Musu Ora Nata (Tugu Batu), Rate (Kubur Batu), Nabe Ozo Pa’a Ngga’e dan Watu  Zondo Su’a serta acara-acara adat yang masih dilaksanakan hingga sekarang yaitu Pu 
Nggua, Dowe Nggo, Napa Wezi (Belis), Dhera Ka Seti Uta, Neka Tana. 

Kata kunci: struktur, fungsi dan wewenang, eksistensi, lembaga adat, hukum adat.</note>
<classification><![CDATA[742.01]]></classification><ministry><![CDATA[74201]]></ministry><studentID><![CDATA[1802010523]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20220930]]></identifier><departementID><![CDATA[fakultas hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[742.01 Rhe E]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="13278" url="" path="/74201-S1-1802010523-2022-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Eksistensi Rado Raja sebagai Lembaga Adat di Kampung Songga, Desa Embu Terhu, Kecamatan Ende, Kabupaten Ende]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Bag_Keperdataan.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[10126]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2022-11-04 10:45:34]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2022-11-04 12:55:24]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>