<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="10395">
<titleInfo>
<title><![CDATA[MAKNA UPACARA ADAT HUS BAGI MASYARAKAT ROTE ( Studi Di Desa Oebafok, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao )]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Rily Sipora Nggiri</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Susana C. L Pellu, S.Sos, M.Si-197110222005012001</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Susana C. L Pellu, S.Sos, M.Si-Nip. 197110222005012001</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Dr. Hotlif A. Nope, MA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Aelshtri Ndandara</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2023]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[6]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[XVI + 98 Hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Budaya adalah landasan hidup masyarakat yang bersifat fundamental dan merupakan representastasi jati diri manusia yang bukan saja mengatur tata cara kehidupan, tetapi dijadikan sebagai nilai edukasi untuk membangun pendidikan pada generasi berikutnya. Sama halnya juga dengan masyarakat di Desa Oebafok yang hingga sekarang masih mempertahankan budaya upacara adat Hus hingga sekarang. Hus adalah upacara adat masyarakat yang dilaksanakan tiap tahun sebagai tanda ucapan syukur kepada Tuhan atas hasil panen yang diterima. Hus ini biasanya dilakukan pada musim panas yaitu bulan Agustus karena pada bulan ini seluruh hasil panen sudah selesai dipanen. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana proses upacara adat Hus dan apakah makna yang terkadung dalam upacara adat Hus tersebut. Tujuan dari penelitian adalah untuk megetahui bagaimana proses jalannya upacara adat Hus dan untuk mengetahui dan menganalisis apa makna yang terkandung dalam kegiatan upacara adat Hus. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Interaksionisme Simbolik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, lokasi penelitian adalah lokasi Penelitian ini dilakukan di desa Oebafok, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao. Teknik penentuan informan yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini yaitu teknik purposive sampling, informan yang terdiri dari 1 orang kepala desa, 3 tokoh adat, dan 6 orang masyarakat Desa Oebafok. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses jalannya upacara adat Hus dibagi atas tiga tahap yaitu: 1. Tahap permohonan ijin, 2. Tahap persiapan tempat pelaksanaan, 3. Tahap pelaksanaan upacara adat Hus. Bagi masyarakat Rote khusunya masyarakat de sa Oebafok, upacara adat Hus merupakan salah satu bagian yang penting dan tidak bisa terlepas dari kehidupan masyarakat. Hal dikarenakan upacara adat Hus memiliki beberapa makna penting antara lain: 1. Sebagai tanda ucapan syukur, 2. Sebagai nilai kebersamaan,3.Sebagai simbol budaya, 4. Sebagai media penghibur. 5. Sebagai Simbol Kekuatan, dan 6. Sebagai simbol penghargaan.Hal ini dapat disimpulkan bahwa upacara adat Hus adalah sebuah upacara adat masyarakat Rote yang merupakan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas berkat hasil panen yang diterima. Upacara adat Hus ini dilakukan pada bulan Agustus. Saran penulis yaitu Pemerintah dan masyarakat setempat lebih memperhatikan lagi terkait dengan budaya serta diharapkan tetap menjaga kebudayaan yang sudah diwariskan.</note>
<classification><![CDATA[692.01]]></classification><ministry><![CDATA[69201]]></ministry><studentID><![CDATA[1803030189]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20221123]]></identifier><departementID><![CDATA[Sosiologi]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[692.01 Ngg M]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="13580" url="" path="/69201-S1-1803030189-2023-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[MAKNA UPACARA ADAT HUS BAGI MASYARAKAT ROTE ( Studi Di Desa Oebafok, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao )]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Cover_Skripsi_Sosiologi.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[10395]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-01-05 14:00:21]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-01-20 13:35:40]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>