<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="10824">
<titleInfo>
<title><![CDATA[FAKTOR PENYEBABNARAPIDANA KORUPSI TIDAK MELAKUKAN  PEMBAYARAN PIDANA TAMBAHAN UANG PENGGANTI DI WILAYAH PENGADILANTINDAK PIDANA KORUPSI KUPANG]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>DEWI ANGGRAENI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>THELMA S M KADJA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>RUDEPEL PETRUS LEO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Thelma S M Kadja</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Aksi Sinurat</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Rudepel Petrus Leo</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2023]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[6]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xi + 67]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Pidana pembayaran uang pengganti merupakan konsekuensi dari akibat  tindak pidana korupsi yang “dapat merugikan keuangan negara atau  perekonomian negara,” sehingga untuk mengembalikan kerugian tersebut 
diperlukan sarana yuridis yakni dalam bentuk pembayaran uang  pengganti.Agar pengembalian uang negara pun dapat terlaksana dengan  baik, salah satu contoh kasus yang sedang diteliti ialah alasan dari para 
narapidana korupsi tidak membayar pidana tambahan uang pengganti,  yang dimana uang pegganti tersebut dapat digunakan untuk  mengembalikan sebagian dari aset negara yang dikorupsi. Rumusan dan masalah pokok dalam penelitian ini: (1)  mengetahui alasan dari para narapidana yang tidak membayar pidana  tambahan uang pengganti (2) serta upaya yang dilakukan oleh jaksa  terhadap narapidana yang tidak membayar uang pengganti sesuai dalam  Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan  Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas  Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak  Pidana Korupsi, penelitian ini menggunakan metode penelitian empiris  yaitu suatu metode yang dilakukan untuk memperoleh data dengan cara  penelitian langsung di lapangan guna memperoleh data mengenai kasus  yang sedang diteliti. Hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa: (1) faktor  penyebab narapidana korupsi cenderung tidak membayar pidana  tambahan uang penganti adalah narapidana yang bersangkutan tidak  memiliki harta benda untuk diserahkan sebagai pidana tambahan uang  pengganti sehingga memilih menjalani pidana penjara, (2) Kendala  Jaksa dalam penerapan pidana tambahan berupa uang pengganti belum  dapat dilakukan secara efektif disebabkan terpidana maupun ahli waris  terpidana tidak memiliki harta benda yang mencukupi untuk membayar  uang pengganti sehingga membuat terhambatnya pelaksanaan  penyelesaian uang pengganti tersebut sehingga dengan sendirinya uang  negara pun tidak dapat dikembalikan. 

Kata kunci: Tindak pidan korupsi,Pembayaran uang Pengganti, Faktor 
Penyebab.</note>
<classification><![CDATA[74201]]></classification><ministry><![CDATA[74201]]></ministry><studentID><![CDATA[1702010195]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20221018]]></identifier><departementID><![CDATA[ILMU HUKUM]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[74201 ANG F]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="14104" url="" path="/74201-S1-1702010195-2023-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[FAKTOR PENYEBABNARAPIDANA KORUPSI TIDAK MELAKUKAN  PEMBAYARAN PIDANA TAMBAHAN UANG PENGGANTI DI WILAYAH PENGADILANTINDAK PIDANA KORUPSI KUPANG]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Bag_PIDANA.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[10824]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-01-16 09:44:43]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-01-20 11:02:56]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>