<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="1088">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Sanksi Kebiri Kimia Di Indonesia Dalam Perspektif Hukum Islam Dan Undang-Undang Perlindungan Anak]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>GUDFLY AZIZ DJAMAL</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>HERYANTO AMALO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>SIGIT PRABOWO SONBAIT, S.H., M.H</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Heryanto Amalo</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Darius A Kian</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Sigit Prabowo Sonbait</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2021]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[2]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xi + 74 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sanksi kebiri kimia di Indonesia
dalam perspektif hukum Islam dan Undang-Undang Perlindungan Anak.
Sanksi kebiri kimia yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun
2016 dilatarbelakangi oleh kasus kejahatan seksual terhadap anak di
Indonesia yang masih tinggi, yang kasusnya dari tahun ke tahun cenderung
naik turun. Data penelitian dikumpulkan dengan cara studi pustaka atau
dokumen berupa buku maupun karya ilmiah yang berkaitan dengan sanksi
pidana tambahan kebiri kimia terhadap pelaku kejahatan kekerasan seksual
terhadap anak.
Hasil dari penelitian ini adalah bahwa sanksi kebiri kimia di Indonesia bagi
pelaku kejahatan seksual anak dalam perspektif hukum Islam tidak
dibolehkan, karena tidak adanya dalil yang menjelaskan pemberlakuan
sanksi ini. Sanksi kebiri kimia bagi pelaku kejahatan seksual terhadap anak
masih lebih ringan sanksinya, jika dibandingkan dengan sanksi yang
ditentukan dalam hukum Islam terhadap pelaku kejahatn seksual pada anak.
Sanksi bagi pelaku kejahatan seksual dalam Islam seperti pelaku: zina,
pemerkosa, homoseksual dan sejenisnya dalam hukum Islam diberikan
sanksi rajam, cambuk, pengasingan dan mendapatkan sanksi yang setimpal
dengan perbuatan pelakunya, dikarenakan kejahatan tersebut berakibat
buruk bagi kehidupan manusia. Adapun sanksi kebiri kimia di Indonesia
dalam perspektif Undang-Undang Perlindungan Anak bisa menjadi
hukuman bagi pelaku kejahatan seksual anak di Indonesia. Sanksi tersebut
sebenarnya masih belum setimpal dengan kerugian yang diderita oleh
korbannya karena tidak sedikit korbannya yang mengalami penyakit fisik
seperti cacat dan non fisik seperti penyakit kejiwaan dan bahkan korbannya
bisa menjadi pelaku kejahatan seksual pada anak, karena disebabkan tidak
tuntasnya melakukan rehabilitasi.
Kata kunci: Sanksi kebiri kimia, Undang-Undang Perlindungan Anak,
hukum Islam</note>
<classification><![CDATA[742.01]]></classification><ministry><![CDATA[74201]]></ministry><studentID><![CDATA[1702010167]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20210423]]></identifier><departementID><![CDATA[ILMU HUKUM]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[742.01 DJA S]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="1563" url="" path="/74201-S1-1702010167-2021-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Sanksi Kebiri Kimia Di Indonesia Dalam Perspektif Hukum Islam Dan Undang-Undang Perlindungan Anak]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[COVER-1702010167-SKRIPSI.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[1088]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2021-06-07 21:17:46]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2021-06-07 21:38:21]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>