<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="10964">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Upacara  Helas Beba Di Desa Kauniki Kecamatan Takari Kabupaten Kupang]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>ADI ARIS NENOSAET</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>STEVRIDAN YANTUS NEOLAKA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>I GEDE WAYAN WISNUWARDANA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Susilo Setyo Utomo</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>I GEDE WAYAN WISNUWARDANA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>STEVRIDAN YANTUS NEOLAKA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2023]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[6]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xv + 63 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana proses pelaksanaan upacara Helas Beba (2) Apa makna dan Nilai yang terkandung dalam upacara Helas Beba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pelaksanaan upacara Helas Beba serta makna dan nilai yang terkandung dalam upacara Helas Beba. Penentuan informan dilakukan dengan teknik snowball sampling. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan studi dokumen. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1). upacara Helas Beba terdapat tahapan-tahapan dalam proses pelaksanaan yaitu (a). Tahap persiapan pelaksanaan upacara Helas Beba yaitu yaitu masyarakat yang akan melakukan upacara Helas Beba dengan masyarakat desa Kauniki mempersiapkan alat-alat atau perlengkapan adat yang akan di gunakan seperti Fafi (babi), oko mama ( tempat sirih), Sirih pinang, uang senilai Rp. 250.000, sopi satu botol dan selendang. Begitu pula dengan masyarakat desa Kauniki juga akan mempersiapkan manu (ayam), oko mama ( tempat sirih), Sirih pinang, uang senilai Rp. 250.000, sopi satu botol dan selendang. (b) tahap pelaksanaan, yaitu masyarakat Kauniki akan datang dan bertemu dengan masyarakat tamu di kali atau di sungai tempat akan dilakukannya Upacara, setelah itu masyarakat Kauniki berdiri di sebelah kali sedangkan tamu akan berdiri disebelah kali sebelum masuk ke wilaya Kauniki. Setelah itu akan disiapkan tujuah buah pinang dan tujuh buah siri yang disimpan di tengah kali atau sungai di tempat akan  dilakukan upacara dan setelah itu maka akan di mulailah upacara Helas Beba. (c) tahap akhir yaitu masyarakat tamu dan masyarakat Kauniki akan duduk dan makan Sirih pinang dan minum sopi bersama-sama sebagai simbol persatuan dan perdamaian, (2) terdapat makna yang menjadi simbol dari upacara Helas Beba yaitu Sirih pinag, sopi, hewan kurba, selendang, (3) terdapat nilai yang terkandung dalam upacara Helas Beba yaitu: nilai kebersamaan, nilai sosial kemasyarakatan, nilai pendidikan.

Kata Kunci: Upacara Helas Beba, Nilai, Makna</note>
<classification><![CDATA[872.01]]></classification><ministry><![CDATA[87201]]></ministry><studentID><![CDATA[1901090028]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20221216]]></identifier><departementID><![CDATA[Pendidikan Sejarah]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[872.01 Nen U]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="14256" url="" path="/87201-S1-1901090028-2023-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[UPACARA  HELAS BEBA DI DESA KAUNIKI KECAMATAN TAKARI KABUPATEN KUPANG]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[COVER-1901090028-SKRIPSI.jpg.jpg]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[10964]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-01-17 18:53:47]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-01-24 08:59:23]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>