<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="11096">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Implementasi Perlindungan Hukum dari Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga Terhadap Istri Korban Kekerasan dalam Rumah Tangga serta Kendala-Kendala Yang Dihadapi di Kota Atambua]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Yuren Shammah Omega Nale</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>ROSALIND ANGEL FANGGI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Thelma S.M. Kadja</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Rudepel Petrus Leo</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Rosalind Angel Fanggi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Thelma S.M. Kadja</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2023]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[en]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[English]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[6]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xiii + 80 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Perlindungan hukum terhadap korban KDRT sebagai bentuk perlindungan hak asasi manusia khususnya kaum perempuan, telah diatur dalam bentuk undang-undang yaitu Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Dengan lahirnya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 memberikan jaminan kepastian hukum bagi korban KDRT dalam melindungi hak-haknya atas perlakuan tindakan kekerasan dilingkungan rumah tangga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Proses Perlindungan Hukum yang diberikan kepada istri korban kekerasan dalam rumah tangga di Kota Atambua dan untuk mengetahui kendala-kendala.
Penelitian ini menggunanakan jenis penelitian hukum empiris, dengan menggunakan metode pendekatan kualitatif yakni pendekatan yang didasarkan pada jenis data serta analisis data. Data yang digunakan meliputi data primer, sekunder, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi non-partisipan. Juga, menggunakan analisis deskriptif kualitatif, dimana data disajikan dengan menggambarrkan hasil penelitian tentang perlindungan hukum terhadap istri sebagai korban KDRT.
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan: (1) Pelaksanaan perlindungan hukum terhadap korban kekerasan dalam rumah tangga di Kota Atambua belum sepenuhnya terlaksana seperti yang telah diatur dalam Undang-undang  Nomor 23 Tahun 2004 tentang PKDRT. (2) Pelaksanaan perlindungan hukum korban KDRT terkendala karena kurangnya kesadaran korban untuk berani melapor, faktor sarana dan fasilitas, faktor penegak hukum, serta faktor budaya patriarkis yang masih kuat. Berdasarkan kesimpulan, saran yang dapat diberikan: (1) Adanya RPK yang nyaman dan aman. (2) Perlu diadakannya sosialisasi untuk para penegak hukum dan korban agar benar-benar memahami keberadaan hukum. (2) Keberanian korban dan masyarakat untuk berani mengambil tindakan melawan kekerasan dengan melapor kepada pihak yang berwajib.

Kata Kunci: Proses Perlindungan Hukum, Korban, Kekerasan dalam Rumah Tangga, Kendala</note>
<classification><![CDATA[74201]]></classification><ministry><![CDATA[74201]]></ministry><studentID><![CDATA[1802010515]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20221222]]></identifier><departementID><![CDATA[Fakultas Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[742.01 Nal I]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="15186" url="" path="/74201-S1-1802010515-2023-Skripsi.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Implementasi Perlindungan Hukum dari Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga Terhadap Istri Korban Kekerasan dalam Rumah Tangga serta Kendala-Kendala Yang Dihadapi di Kota Atambua]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[11096]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-01-19 12:55:31]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-02-02 10:33:01]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>