<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="11232">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Konflik Tanah Antara Masyarakat Desa Nawokote Dengan Masyarakat Desa Pululera (Studi Kasus Pada Masyarakat Desa Nawokote Dengan Masyarakat Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur)]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Simon Suleng Puka</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>HERMAN YOSEP UTANG</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>LASARUS JEHAMAT</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Herman Yosep Utang</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Hotlif Arkilaus Nope</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Lasarus Jehamat</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2023]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[6]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xvi+91 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Judul penelitian ini adalah “Konflik Tanah antara Masyarakat Desa Nawokote dengan Masyarakat Desa Pululera (Studi Kasus di Desa Nawokote dan Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur)”. Permasalahan dalam Penelitian ini adalah apa penyebab terjadinya konflik tanah dan Bagaimana upaya pemerintah setempat dalam menyelesaikan konflik tanah antara masyarakat Desa Nawokote dengan masyarakat Desa Pululera? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui, mendeskripsikan penyebab konflik tanah dan untuk mengetahui apa upaya yang dilakukan pemerintah dalam menyelesaikan konflik tanah antara masyarakat Desa Nawokote dengan masyarakat Desa Pululera. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu; Teori Konflik oleh Karl Marx dan Frederich Engels (1848). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah sembilan orang mengetahui konflik tanah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: penyebab terjadinya konflik tanah yaitu; 1. Perbedaan pendapat mengenai status kepemilikan tanah yang belum jelas. 2. provokasi dari masyarakat desa lain. 3. keinginan menguasai tanah secara sepihak, 4. perbedaan pemahaman. 5. pengaruh reaksi secara fisik antar masyarakat kedua belah pihak. Dari persoalan di atas penulis dapat menyimpulkan bahwa konflik tanah ini sudah berlangsung sekian lama dan upaya penyelesaian sudah dilakukan beberapa kali baik itu melalui negosiasi yang dilakukan oleh pemerintah kecamatan, rapat tingkat Komnas HAM bersama BPN Pusat dan melalui adat istiadat, namun dianggap belum berhasil atau terselesaikan dengan baik. Peneliti menyarankan agar kedua belah pihak harus menempuh melalui jalur ajudikasi di pengadilan sesuai dengan hukum yang belaku di indonesia sebagai sarana untuk penyelesaian konflik tanah atau menempuh melalui jalur budaya sesuai dengan tradisi adat yang berlaku di kabupaten Flores Timur. Sehingga tidak saling memberatkan dan dapat mencegah adanya pertikaian antara masyarakat Desa Nawokote dengan masyarakat Desa Pululera di masa yang akan datang.</note>
<classification><![CDATA[692.01]]></classification><ministry><![CDATA[69201]]></ministry><studentID><![CDATA[1703030205]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20221229]]></identifier><departementID><![CDATA[Sosiologi]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[692.01 Puk K]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="14574" url="" path="/69201-S1-1703030205-2023-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Konflik Tanah Antara Masyarakat Desa Nawokote Dengan Masyarakat Desa Pululera (Studi Kasus Pada Masyarakat Desa Nawokote Dengan Masyarakat Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur)]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Cover_Skripsi_Sosiologi.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[11232]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-01-20 14:20:52]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-01-25 11:14:37]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>