<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="11776">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Identifikasi Faktor Penyebab Dan Akibat Hukum Terjadinya Kohabitasi Ditinjau Dari Undang-Undang  Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan Di Kelurahan Tuatuka, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Klara Inriati Nifu</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>SUKARDAN ALOYSIUS</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>YOSSIE MARIA YULIANTY YACOB</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Sukardan Aloysius</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Yossie Maria Yulianty Yacob</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2023]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[6]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xiii + 58 Hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Pasangan yang menjalin sebuah ikatan yang tidak disahkan maupun diakui oleh agama dan negara, seperti yang diketahui bersama bahwa suatu hubungan dimana erdapat dua orang yaitu laki-laki dan perempuan yang menjalani kehidupan seharihari layaknya suami isteri tetapi tidak berada dalam suatu hubungan yang sah atau yang biasa disebut “Hidup Bersama” atau “Kumpul Kebo” . Hal tersebut tidak hanya ditemukan dikota-kota besar saja, tetapi di Kelurahan Tuatuka terdapat beberapa pasangan Hidup Bersama. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: (1) Apakah  faktor-faktor penyebab terjadinya Kohabitasi Di Kelurahan Tuatuka, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang? (2) Apakah akibat hukum dari Kohabitasi ditinjau dari undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan? 
Penelitian ini merupakan penelitian empiris yang datanya diperoleh melalui wawancara secara langsung dengan responden di lapangan untuk menyelidiki kenyataan  hukum yang berlaku dengan mengunakan sumber data primer, data sekunder dan data tersier. 
Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Faktor penyebab terjadinya kohabitasi adalah faktor kebudayaan, yang mana sesuai dengan besarnya jumlah uang yang dibutuhkan dalam suatu proses perkawinan adat ini yang memberatkan pihak-pihak yang akan melangsungkan perkawinan sehingga sambil menunggu uang terkumpul mereka lebih memilih hidup bersama tanpa ikatan perkawinan. Faktor sosial merupakan faktor yang dipengaruhi oleh masyarakat sekitar di lingkungan kita, seperti keluarga dan lingkungan masyarakat disekitar. Faktor ekonomi, Hal ini merupakan faktor penghambat karena dalam melakukan suatu perkawinan dibutuhkan modal yang besar jika dilihat dari hukum adat yang berlaku di Kelurahan Tuatuka. (2) Akibat hukum dari kohabitasi yaitu status dari pasangan kohabitasi dianggap tidak sah, anak yang dilahirkan dari pasangan kohabitasi tidak mempunyai akta kelahiran dan akibat terhadap harta benda dari pasangan kohabitasi.</note>
<classification><![CDATA[742.01]]></classification><ministry><![CDATA[74201]]></ministry><studentID><![CDATA[1802010604]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20221221]]></identifier><departementID><![CDATA[ILMU HUKUM]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[742.01 Nif I]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="15842" url="" path="/74201-S1-1802010604-2023-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Identifikasi Faktor Penyebab Dan Akibat Hukum Terjadinya Kohabitasi Ditinjau Dari Undang-Undang  Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan Di Kelurahan Tuatuka, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Bag_Huk_Perdata.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[11776]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-01-27 08:02:51]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-02-02 11:41:54]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>