<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="12274">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Pemanfaatan Kerang Darah (Anadara granosa) Sebagai Biofilter Pada Budidaya Ikan Nila (Oreochromis sp) Dengan Sistem Polikultur]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>FRANSISKUS WILFRIDUS DOSA NO WEA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>PRIYO SANTOSO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Ade Y.H. Lukas</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Sunadji</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Priyo Santoso</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2023]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[6]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Sistem Polikultur merupakan upaya membudidayakan organisme yang berbeda jenis pada lahan yang sama. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui jumlah amoniak, pertumbuhan mutlak kerang darah dan ikan nila serta kepadatan  optimal kerang darah yang dapat meminimalisir kandungan amoniak pada media budidaya ikan nila.
Penelitian ini telah dilaksanakandengan jangka waktu pelaksanaan 21 Maret – 22 April 2019 di Laboratarium Basah Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu secara eksperimental berskala laboratorium. Penelitian ini terdiri dari 3 perlakuan dan 3 ulangan yaitu perlakuan A kerang darah 3 individu dengan ikan nila 10 ekor, perlakuan B kerang darah 7 individu dengan ikan nila 10 ekor, dan perlakuan C kerang darah 10 individu dengan ikan nila 10 ekor.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil sebagai berikut jumlah amonia tertinggi terdapat dalam media polikultur kerang darah (Anadara granosa) dan ikan nila (Oreochromis sp) pada perlakuan A yakni 0,15 mg/L. Sedangkan pada perlakuan C jumlah amonia lebih kecil yakni 0,07 mg/L. Pertumbuhan ikan nila yang paling meningkat pada perlakuan B dan C yaitu dengan berat rata-rata1,2 gr dan 1,4 gr. Sedangkan pertumbuhan pada kerang mengalami penurunan drastis karena kemungkinan penggunaan oksigen pada ikan lebih baik dari pertumbuhan kerang serta kemampuan kerang dalam menyaring masih belum optimal  yaitu 0,57 gr dan 0,2 gr. Kelulushidupan ikan nila paling tinggi yaitu pada perlakuan B yaitu 86,67 %, sedangkan kelulushidupan ikan nila paling rendah pada perlakuan A yaitu 76,67%. Kelulushidupan kerang sebagai biofilter maupun berfungsi sebagai pengendali kualitas air mengalami persentase kelulushidupan yang cukup tinggi. Hal ini dapat dilihat bahwa pada persentase kelulushidupan paling tinggi pada perlakuan A yaitu 88,89 %, sedangkan persentase kelulushidupan paling rendah pada kerang yaitu pada perlakuan C yaitu 60 %. Kepadatan optimal kerang darah (Anadara granosa) yang dapat meminimalisir kandungan ammonia pada media budidaya ikan nila (Oreochromis sp) terdapat pada perlakuan C dengan kepadatan 10 ekor.

Kata Kunci :Kerang darah, ikan nila, Pertumbuhan Mutlak, SR, Polikultur</note>
<classification><![CDATA[542.43]]></classification><ministry><![CDATA[54243]]></ministry><studentID><![CDATA[1513010048]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20220513]]></identifier><departementID><![CDATA[Budidaya Perairan]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[542.43 WEA P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="15936" url="" path="/54243-S1- 1513010048-2023-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Pemanfaatan Kerang Darah (Anadara granosa) Sebagai Biofilter Pada Budidaya Ikan Nila (Oreochromis sp) Dengan Sistem Polikultur]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[cover-skripsi-bud-perairan_1.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[12274]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-02-02 12:36:12]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-02-06 21:49:20]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>