<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="1244">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Makna Ritual Adat Kehamilan dan Kelahiran Bayi Menurut Adat Masyarakat  Boti Dalam, Kecamatan Kie, Kabupaten  Timor Tengah Selatan]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>MELDA A. NOMLENI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Petrus Ly</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Dorcas Langgar</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Petrus Ly</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Samuel Sabat</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2021]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[2]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xiv - 78]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk-bentuk ritual adat kehamilan dan kelahiran bayi, makna bentuk-bentuk ritual adat kehamilan, kelahiran bayi dan alasan pemberian nama pada bayi menurut adat masyarakat Boti Dalam Kecamatan Kie Kabupaten Timor Tengah Selatan. Tujuan dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk-bentuk, makna bentuk-bentuk ritual adat kelahiran, kehamilan dan alasan pemberian nama pada bayi menurut adat masyarakat Boti Dalam. Metode dalam penelitian ini adalaha kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. 
Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa Bentuk-bentuk ritual adat kehamilan meliputi ritual Nape fenu (kemiri dipecahkan), bentuk ritual kelahiran meliputi ritual penyambutan pada ibu, pencelupan kaki, poitan li’ana (mengeluarkan anak dari dalam rumah), dan pemotongan rambut bayi. Makna bentuk-bentuk ritual adat kehamilan yaitu Nape Fenu (kemiri dipecahkan) memiliki makna bahwa dapat menentukan jenis kelamin dari bayi tersebut, dilihat dari isi kemiri yang dipecahkan. Makna ritual adat kelahiran bayi yaitu Penyambutan pada ibu memiliki makna ibu telah melewati masa kritis dan ibu sudah diperbolehkan untuk keluar rumah setelah 4 hari melahirkan. Pencelupan kaki ibu memiliki makna ibu telah siap melakukan atau beraktifitas kembali. Poitan Li’ana (mengeluarkan anak dari dalam rumah) memiliki makna bahwa bayi sudah diperbolehkan mengenal dunia luar dan bisa dibawah kemana-mana setelalah 40 malam dilahirkan. Pemotongan rambut bayi memiliki makna akan memiliki nasib yang baik. Alasan pemberian nama pada bayi masih mengikuti cara lama yaitu memberikan nama pada bayi sesuai dengan salah satu nenek moyang yang telah meninggal dunia. 
Kesimpulan penelitian ini  adalah ritual adat kehamilan dan kelahiran bayi menurut adat masyarakat Boti Dalam Kecamatan Kie Kabupaten Timor Tengah Selatan masih sangat dijaga dan masih tetap dilakukan, karena ritual tersebut memiliki pengaruh baik apabila dilaksanakan Ritual adat kehamilan, kelahiran bayi dan alasan pemberian nama pada bayi menurut adat masyarakat Boti Dalam masih dilakukan sampai sekarang karena ritual tersebut merupakan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun. Ritual-ritual yang masih dilakukan adalah ritual adat kehamilan dan kelahiran bayi, pelaksanaan ritual tersebut dimaksudkan agar bayi tersebut terhindar dari berbagai musibah atau masalah.</note>
<classification><![CDATA[872.05]]></classification><ministry><![CDATA[87205]]></ministry><studentID><![CDATA[1601070113]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20210528]]></identifier><departementID><![CDATA[PENDIDKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[872.05 NOM M]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="1828" url="" path="/87205-S1-1601070113-2021-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Makna Ritual Adat Kehamilan dan Kelahiran Bayi Menurut Adat Masyarakat  Boti Dalam, Kecamatan Kie, Kabupaten  Timor Tengah Selatan]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[COVER-1601070113-SKRIPSI.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[1244]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2021-07-30 14:31:20]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2021-08-02 11:40:34]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>