<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="12476">
<titleInfo>
<title><![CDATA[DAMPAK KEBIJAKAN MONETER, KONSUMSI DAERAH, INVESTASI  DAERAH TERHADAP INFLASI DI PROVINSI NUSA TENGGARA  TIMUR]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>ELISABETH ABUK SIRI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Nikson Tameno, SE,.ME</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Maria I. H. Tiwu, SE., M.Sc</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Nikson Tameno SE, ME</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Marselina Ratu, SE.,M.Si</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Maria I. H. Tiwu, SE., M.Sc</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2023]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[6]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[XVIII + 72 Hal]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Perekonomian yang stabil dapat menekan laju inflasi dan menyeimbangkan peredaran jumlah uang beredar di masyarakat. Indikator yang dapat mengukur kestabilan perekonomian yaitu dengan melihat kinerja dari stabilitas makroekonomi diantaranya jumlah uang beredar, investasi, suku bunga dan inflasi. Kebijakan moneter adalah kebijakan pemerintah atau otoritas moneter dengan menggunakan perubahan jumlah uang beredar (money supply) dan tingkat bunga (interest rates) untuk mempengaruhi tingkat permintaan agregat (agregate demand) dan mengurangi ketidakstabilan di dalam perekonomian. Kebijakan moneter dan kebijakan fiskal satu sama lain saling berpengaruh dalam kegiatan perekonomian. Dalam upaya penetapan sasaran dalam proses pembangunan ekonomi maka koordinasi antara Bank Indonesia dan Pemerintah dilakukan dalam rangka menghadapi berbagai tantangan dan persoalan. Koordinasi antara Pemerintah dan Bank Indonesia adalah membahas dan merekomendasikan kebijakan-kebijakan yang diperlukan baik dari sisi Pemerintah maupun Bank Indonesia. Kebijakan Bank Indonesia umumnya mengacu pada inflasi nasional dengan mengubah BI Rate. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Dampak Kebijakan Moneter, Konsumsi Daerah, Investasi DaerahTerhadap Inflasi Di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini menggunakan Data Sekunder, selanjutnya dianalisis menggunakan Regresia Linear Berganda,Uji Asumsi Klasik dan Uji Hipotesis. Berdasarkan hasil penelitian bahwa secara persial dan simulatan Kebijakan Moneter, konsumsi Daerah, Investasi Daerah berpengaruh signifikan terhadap Inflasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Hal ini disebabkan oleh Inflasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur di pengaruhi oleh Kebijakan Moneter, Konsumsi Daerah, dan Investasi daerah. Berdasarkan Nilai Ryang diperoleh sebesar % hal ini menunjukan Kebijakan Moneter (x1), Konsumsi Daerah (x2) dan Investasi Daerah (x3) berpengaruh terhadap inflasi, sisanya % dipengaruh faktor yang tidak termasuk dalam penelitian ini.
Kata kunci: Kebijakan Moneter, Konsumsi Daerah, Investasi Daerah, Inflasi</note>
<classification><![CDATA[602.01]]></classification><ministry><![CDATA[60201]]></ministry><studentID><![CDATA[1710010136]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20221227]]></identifier><departementID><![CDATA[Ekonomi Pembangunan]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[602.01 Sir D]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="16223" url="" path="/60201-S1-1710010136-SKRIPSI-2023.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[DAMPAK KEBIJAKAN MONETER, KONSUMSI DAERAH, INVESTASI  DAERAH TERHADAP INFLASI DI PROVINSI NUSA TENGGARA  TIMUR]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Cover_skripsi_Ek._Pembangunan.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[12476]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-04-15 11:04:18]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-04-16 12:30:21]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>