<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="12674">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Wewenang Kepala Desa Sebagai Hakim Pendamai Dalam Menyelesaikan Sengketa Tanah Warisan Di Desa Kuimasi, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Dewy Hangge</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>ISHAK ALFRED TUNGGA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>RESOPIJANI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Ishak Alfred Tungga</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>A Resopijani</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Dr. Renny Rebeka Masu, S.H.,M.H.</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2023]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[6]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[XI + 59 hal]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Dalam penyelesaian sengketa warisan ini kepala desabiasanya tidak mengambil keputusan sendiri tetapi bersama para tokoh masyarakat,dan pamong desa lainnya ataupun sesepuh desa tersebut yang mengetahui riwayat dariantara ahli waris yang bersengketa tersebut dan harta peninggalan dari pewaris agarkeputusan yang diambil dapat ditaati oleh para pihak dan tidak melenceng dari adatkebiasaan yang hidup di daerah tersebut. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu:(1) apakah wewenang kepala desa sebagai hakim pendamai dalam menyelesaikansengketa tanah warisan antar ahli waris di Desa Kuimasi, Kecamatan Fatuleu,Kabupaten Kupang? Dan (2) Bagaimanakah kekuatan hukum keputusan kepala desyang dihasilkan dalam penyelesaian sengketa tanah warisan di Desa Kuimasi,Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang?Penelitian ini merupakan penelitian empiris yaitu penelitian hukum yangmenganalisis tentang penerapan hukum dalam kenyataannya terhadap individu,kelompok, masyarakat, lembaga hukum dalam masyarakat dengan menitikberatkanpada perilaku individu atau masyarakat, organisasi atau lembaga hukum dalamkaitannya dengan penerapan atau berlakunya hukum. Dalam penelitian inimenggunakan data primer dan data sekunder.Hasil penelitian bahwa, (1) Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala desa,desa Kuimasididapatkan bahwa metode yang digunakan dalam penyelesaian sengketatanah paling banyak dilakukan dengan metode mediasi yaitu dengan caramempertemukan dan mendamaikan antar pihak yang bersengketa. Metode inimerupakan yang paling efisien digunakan dikarenakan memiliki kekuatan hukumterutama apabila tanah tersebut memiliki sertifikat sehingga dapat dieksekusi karenapada sertifikat memiliki lambang garuda yang sama fungsinya dengan keputusanpengadilan yang Putusanya berbunyi “Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan YangMaha Esa”, (2) sebagai keputusan akhir dari kepala desa untuk membuktikan bahwajika terulang kembali masalah tersebut maka sudah ada kekuatan hukum yangmengikat kepada orang yang bersengketa, dalam penyelesaian di pemerintah desadibuatnya notulen tentang penyelesaian yang berakhir dengan persetujuan oleh keduabelah pihak dengan bukti cium hidung.
Kata Kunci: Kepala Desa, Wewenang, Sengketa Tanah.</note>
<classification><![CDATA[741.01]]></classification><ministry><![CDATA[74101]]></ministry><studentID><![CDATA[1902010111]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20230314]]></identifier><departementID><![CDATA[Ilmu Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[741.01 HAN W]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="16490" url="" path="/SKRIPSI Dewy Hangge.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Wewenang Kepala Desa Sebagai Hakim Pendamai Dalam Menyelesaikan Sengketa Tanah Warisan Di Desa Kuimasi, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Bag_Hk_Acara.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[12674]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-04-28 22:29:03]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-05-02 10:47:42]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>