<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="13090">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Peningkatan Keterampilan Petani Melalui Penerapan Teknologi Pengolahan Ransum Berbasis Pakan Lokal Di Kelompok Tani Amnelabubuk Kota Kupang]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>2. Erna Hartati</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>3. Luh Sri Enawati</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>1. Markus M. Kleden</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>4. Gusti Ayu yudiwati Lestari</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>5. Daud Amalo</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>6. Mariana Nenobais</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>7. Edwin J.L. Lazarus</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>8. Emma D. Wie Lawa</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>9. I Gusti N. Jelantik</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>10. Tara Tiba Nikolaus</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2020]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Program Kemitraan Masyarakat]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[6]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Program Kemitraan Masyarakat]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Kendala yang dihadapi peternak dalam pengelolaan usaha ternak yang dimiliki adalah terbatasnya ketersediaan pakan. Fakta ini terjadi karena faktor yang mempengaruhi baik faktor iklim maupun sumberdaya manusia. Faktor iklim merupakan faktor yang sudah given dan sulit diubah, sedangkan faktor sumberdaya manusia merupakan faktor yang dapat diubah secara evolusi. Dalam proses perubahan tersebut dibutuhkan waktu yang relatif lama serta frekuensi dan kemudahan dalam mengakses informasi. Dalam pengembangan ternak yang dimiliki petani dihadapkan pada masalah dalam menjaga dan mempertahankan pakan secara kualitas dan kuantitas yang memadai. Masalah ini terjadi karena kekurangan informasi yang dimiliki peternak. Kelompok Tani Ternak (KTT) Amnelabubuk merupakan kelompok tani yang bergerak dalam usaha pertanian dan peternakan terutama ternak sapi. Sistim pemeliharaan ternak masih bersifat tradisional. Dalam menjalankan usahanya, selalu terkendala dalam hal ketersediaan pakan. Periode waktu penggemukan yang lama hingga mencapai bobot jual akan membawa dampak pada penurunan pendapatan anggota. Selama musim kemarau yang panjang, penyediaan pakan menjadi masalah yang urgen untuk diatasi. Usaha untuk mengatasi pakan nampaknya sulit dilakukan oleh masyarakat karena kekurangan informasi dan ketersediaan teknologi sebagai upaya mempertahankan ketahanan pakan. Kekurangan informasi dan penyediaan teknologi yang dapat diadopsi masyarakat terutama anggota KTT Amnelabubuk dapat ditempuh melalui kegiatan penyuluhan dan praktek yang melibatkan masyarakat anggota kelompok tani yang ada. Luaran yang dihasilkan dalam kaitan dengan informasi yang diberikan adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota KTT dalam pengolahan pakan baik pakan hijauan rerumputan dan leguminosa, limbah pertanian maupun penggunaan konsentrat. Selain peningkatan pengetahuan anggota melalui kegiatan penyuluhan, juga dilakukan demonstrasi menyangkut pengolahan bahan pakan yang ada sehinga ketrampilan anggota bertambah. Teknologi pengolahan pakan yang dilakukan meliputi teknologi pengeringan pakan, teknologi pembuatan silase hijauan rumput mauppun limbah pertanian jerami jagung, teknologi pembuatan amoniasi jerami padi serta pembuatan pakan konsentrat untuk ternak ruminansia maupun babi. Keterlibatan para anggota kelompok saat diskusi serta partisipasinya dalam kegiatan demonstrasi menjadi indikator evaluasi pencapai kegiatan yang dilakukan. Bentuk partisipasi yang ditunjukkan oleh kehadiran para anggota sebanyak 27 orang dari target 20 orang atau sebesar 135%. Kehadiran para anggota dan partisipasinya dalam mengajukan pertanyaan dan keterlibatannya dalam setiap teknologi yang dipraktekkan diharapkan akan diikuti dengan adopsi teknologi selanjutnya oleh para anggota. Melalui peningkatan pengetahuan dalam upaya pengolahan pakan guna penyediaan pakan secara terus menerus maka dapat mengurangi masalah perselisihan antara anggota masyarakat dalam hal pengadaan dan pemberian pakan bagi ternak. Dalam jangka panjang melalui penyediaan pakan maka jangka waktu penggemukan ternak dapat diperpendek sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kata kunci: pakan lokal, teknologi pengolahan, ransum, pengetahuan, keterampilan.</note>
<classification><![CDATA[542.31]]></classification><ministry><![CDATA[54231]]></ministry><studentID><![CDATA[196404211990031004]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20200910]]></identifier><departementID><![CDATA[Peternakan]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[442.01 KLE P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="16980" url="" path="/14. LAM-FFPKP-196404211990031004.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Peningkatan Keterampilan Petani Melalui Penerapan Teknologi Pengolahan Ransum Berbasis Pakan Lokal Di Kelompok Tani Amnelabubuk Kota Kupang]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[14._COVER-196404211990031004-LAM.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[13090]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-05-07 06:14:36]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-05-10 11:14:09]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>