<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="13411">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Faktor Penyebab Perbedaan Hambatan dalam Penuntutan Pertanggungjawaban Pidana Terhadap Pelaku Pembunuhan Orang dengan GangguanJiwa (ODGJ) di Kepolisian Resor Ende]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Conchinta Viktoria Irene Da</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>RUDEPEL PETRUS LEO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>HERYANTO AMALO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Orpa Ganefo Manuain</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Rudepel Petrus Leo</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Heryanto Amalo</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2023]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[10]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[XIII + 68 hal]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Pelaku pembunuhan dengan Gangguang Jiwa (ODGJ) Yeremias W. Dika alias Yemi melakukan tindak pidana pada Tahun 2018 dan 2020. Dan pada kasus tersebut pelaku tidak dijatuhi hukuman pidana pada 2018 sedangkan pada kasus yang dilakukan oleh pelaku pada tahun 2020 dijatuhi hukuman pidana. Masalah pokok dalam penelitian ini ialah: (1) Apakah faktor penyebab pelaku pembunuhan dengan gangguan jiwa dituntut pertanggungjawaban  pidana dalam satu kasus pembunuhan dan tidak dituntut pada kasus pembunuhan lainnya di Kepolisan Resor Ende? dan (2) Apakah hambatan dalam penuntutan pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku pembunuhan dengan gangguan jiwa?.
Penelitian ini merupakan penelitihan hukum empiris, yakni mengkaji dan menganalisis data yang diperoleh dari lokasi penelitian.Penelitian ini dilakukan dilakukan di Kepolisian Resor Ende dan Pengadilan Negri Ende.Pengolahan data dilakukan dengan data yang diperoleh baik data primer dan data skunder dan dianalisis secara deskriptif-kualitatif.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) pada kasus 2018 pelaku dinyatakan gangguan jiwa namun karena keterbatasan biaya dan kurang dukungan dari dinas sosial maka pelaku dilepas bebaskan begitu saja sehingga pada 2020 pelaku kembali melakukan tindak pidana pembunuhan dan kasus tersebut diproses secara hukum karena pada saat proses penyidikan dan proses persidangan pelaku bersikap kooperatif dan tidak ada tanda-tanda kegilaan. Tetapi dalam keseharian pelaku di Rumah Tahanan pelaku seringkali terlihat bersikap tidak seperti orang normal biasanya. Maka disini penulis penyimpulkan bahwa pelaku mengalami gangguan jiwa periodik.(2) Hambatan-hambatan dalam proses penyidikan dan penuntutan berupa: Tidak adanya Dokter ahli jiwa di KabupatenEnde sehingga harus diperiksa di Rumah Sakit di Kupang, Tidak ada tempat Khusus yang disiapkan Negara untuk menampung Sementara pelaku yang mengidap gangguan jiwa, Pembuktian terkait keterangan terhadap tindak pidana yang dilakukan oleh pelaku yang mengidap gangguan jiwa,  Dalam Kasus ini penulis menyarankan  bahwa dalam pasal 44 KUHP hendaknya dibuat peraturan yang lebih jelas dan tegas dalam hal pertanggungjawaban pidana.
Kata kunci : pembunuhan, Orang dalam gangguan jiwa dan penyidikan</note>
<classification><![CDATA[742.01]]></classification><ministry><![CDATA[74201]]></ministry><studentID><![CDATA[1902010210]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20230314]]></identifier><departementID><![CDATA[Ilmu Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[742.01 Da F]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="17406" url="" path="/74021-190201010-2023-Skripsi.docx" mimetype="application/msword"><![CDATA[Faktor Penyebab Perbedaan dan Hambatan dalam Penuntutan Pertanggungjawaban Pidana Terhadap Pelaku Pembunuhan Orang dengan Gangguang Jiwa (ODGJ) di Kepolisian Resor Ende]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Bag_PIDANA_%281%29.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[13411]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-05-10 20:34:38]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-10-11 12:24:31]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>