<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="13457">
<titleInfo>
<title><![CDATA[DISPARITAS PUTUSAN HAKIM DALAM KASUS KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP ANAK]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>JANUARIA YUSTINA UIS LOIM</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>DAUD DIMA TALO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>RUDEPEL PETRUS LEO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Nikolas Manu</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Daud Dima Talo</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Dr. Rudepel Petrus Leo, S.H., M.Hum</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2023]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[6]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xiii - 78]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Kejahatan terhadap anak dari waktu ke waktu meningkat. Kekerasan seksual merupakan tingkat kekerasan yang paling tinggi dan paling mengancam dibandingkan dengan kekerasan fisik dan psikologis. Berdasarkan data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) tahun 2015 menunjukkan, dari 1.726 kasus pelecehan seksual yang terjadi sekitar 58 persennya dialami anak-anak. Sementara itu, dari 3.339 kasus kejahatan terhadap anak tahun 2014 kasus-kasus pelecehan seksual mencapai 52 persen. Adapun pada tahun 2013, dari 2.700 kasus kriminal yang melibatkan anak di bawah umur, 42 persen merupakan kasus pelecehan seksual. Rumusan masalah dalam penelitian ini: (1) Mengapa terjadi Disparitas Putusan Hakim dalam Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak? (2) Bagaimanakah upaya untuk meminimalisir Disparitas Putusan Hakim dalam Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak? 
Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif. Aspek-aspek yang diteliti adalah sebab-sebab terjadi Disparitas Putusan Hakim dalam Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak dan upaya untuk meminimalisasi Disparitas Putusan Hakim dalam Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak. Lokasi penelitian di Perpustakaan Pengadilan Negeri Kota Kupang Kelas 1A.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Sebab-sebab terjadi Disparitas Putusan Hakim dalam Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak, ada dua faktor yaitu faktor internal yang bersumber dari dalam diri hakim itu sendiri. Faktor eksternal, yaitu faktor hukum atau peraturan perundang-undangan itu sendiri, faktor keadaan pada diri pelaku atau terdakwa, dan faktor lain adalah tidak ada pedoman pemberian pidana. (2) Upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalisir terjadinya disparitas pidana adalah membuat suatu pedoman pemidanaan di dalam KUHP, meningkatkan peranan pengadilan banding guna meminimalisir terjadinya disparitas pidana, melakukan pelatihan bagi para hakim muda pengadilan negeri, terutama dalam menangani kasus-kasus sensitif seperti kekerasan seksual terhadap anak. Adapun saran sebagai berikut: Pedoman pemberian pidana dalam UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-undang Hukum Pidana, dapat digunakan dan dapat diperhatikan oleh aparat penegak hukum terutama hakim dalam mengadili perkara yang berkaitan dengan kekerasan seksual terhadap anak sehingga dapat mengurangi terjadi disparitas putusan yang begitu mencolok. Kemudian sebaiknya hakim dalam memutus suatu perkara dapat memperhatikan dan menerapkan asas proporsionalitas terutama dalam kasus-kasus sensitif seperti kekerasan seksual terhadap anak. Oleh karena itu, sebaiknya bagi Hakim untuk menghayati asas proporsional ini.

Kata kunci: Disparitas, Kekerasan seksual, Putusan hakim.</note>
<classification><![CDATA[74201]]></classification><ministry><![CDATA[74101]]></ministry><studentID><![CDATA[1902010309]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20230417]]></identifier><departementID><![CDATA[ILMU HUKUM]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[74201 OIM D]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="17470" url="" path="/74201-S1-1902010309-2023-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[DISPARITAS PUTUSAN HAKIM DALAM KASUS KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP ANAK]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Bag_PIDANA.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[13457]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-05-11 12:08:09]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-05-25 14:36:16]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>