<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="1347">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Studi Literatur Efektivitas Penggunaan Berbagai Jenis Pengencer Yang Ditambahkan Antioksidan Terhadap Kualitas Semen Kambing (Capra aegagrus hircus)]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Zaki Abdul Aziz Mubaraq</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>NANCY DIANA F K FOEH</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>CYNTHIA DEWI GAINA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Tarsisius Considus Tophianong</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Nusa Tenggara Timur]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2021]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[2]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xiii + 95 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Kambing merupakan ruminansia yang memiliki potensi cukup besar. Data populasi ternak di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus meningkat sejak tahun 2004 hingga 2018. Program Inseminasi Buatan (IB) memliki fungsi untuk meningkatkan mutu genetik dan produksi ternak. Bahan pengencer adalah campuran dari berbagai bahan yang dapat mempertahankan kualitas spermatozoa pada semen  hewan. Antioksidan untuk pencegah timbulnya senyawa-senyawa oksidan secara berlebihan. Tujuan dari studi literatur ini adalah untuk mengetahui pengencer semen yang memiliki efektivitas untuk meningkatkan kualitas semen kambing serta zat aktif yang berperan sebagai antioksidan sebagai salah zat yang dapat meningkatkan kualitas pengencer. Proses dari studi kepustakaan ini dilaksanakan dengan melakukan pencarian serta menghimpun berbagai macam literatur yang ada menggunakan Google Scholar, Google Paten, Pubmed kemudian semua referensi yang ada disusun dengan aplikasi Mendeley. Sumber referensi yang didapatkan yaitu jurnal ilmiah, artikel/publikasi ilmiah, e-book dan prosiding seminar bertaraf nasional maupun internasional dengan penulusuran “kata kunci” efektivitas penggunaan berbagai jenis pengencer yang ditambahkan antioksidan terhadap kualitas semen kambing yang terkumpul dengan total kurang lebih 85 referensi pustaka. Hasil yang diperoleh dari studi literatur yang dilakukan adalah pada efektivitas pengencer semen yaitu dalam pada pengencer komersial yang lebih efektif yaitu Andromed®, kemudian pada pengencer alami yaitu pada daun jambu biji, sedangkan pada pengencer racikan yaitu TGC+CLC (tris citrate glucose + Cholesterol Loaded Cyclodextrin). Zat aktif antioksidan baik komersial maupun alami yang mampu menambah kualitas pada semen kambing yaitu pada antioksidan komersial adalah Glutatione + 6 mM sedangkan untuk antioksidan alami pada TKT (Tris Kuning Telur) + 4% Ekstrak Wortel. Suhu dan waktu penyimpanan dari semen kambing, suhu yang optimal yang digunakan untuk suhu waktu ekuilibrasi adalah 5℃, kemudian pada suhu kriopreservasi dengan suhu -196℃, kemudian pada waktu penyimpanan yang optimal dengan waktu ekuilibrasi hingga 15 hari penyimpanan dan pada proses kriopreservasi hingga 30 hari penyimpanan. 

Kata Kunci : Semen Kambing, Pengencer Semen, Antioksidan, Kualitas Semen</note>
<classification><![CDATA[54261]]></classification><ministry><![CDATA[54261]]></ministry><studentID><![CDATA[1709010011]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20210629]]></identifier><departementID><![CDATA[Kedokteran Hewan]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[54261 Mub S]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="1950" url="" path="/54261-S1-1709010011-2021-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Studi Literatur Efektivitas Penggunaan Berbagai Jenis Pengencer Yang Ditambahkan Antioksidan Terhadap Kualitas Semen Kambing (Capra aegagrus hircus)]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[WhatsApp_Image_2021-08-03_at_18.46.01.jpeg.jpeg]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[1347]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2021-08-03 19:03:44]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2021-08-21 19:17:03]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>