<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="13475">
<titleInfo>
<title><![CDATA[TRADISI HEDI BAGI PEREMPUAN PADA MASYARAKAT UMATOOS DI MALAKA]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>PRISKA SERLIANA SESFAO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>MALKISEDEK TANEO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>I GEDE WAYAN WISNUWARDANA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Andreas Ande</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Dr. Malkisedek Taneo,M.Si</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>I Gede Wayan Wisnuwardana, S.Pd, M.Pd   198610292019031008</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2023]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[6]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xv + 42 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan tentang proses pelaksanaan hedi bagi perempuan saat memasuki pernikahan dan untuk mendeskripsikan mengenai makna hedi bagi Perempuan pada masyarakat Umatoos. Lokasi penelitian ini di Desa Umatoos Kecamatan Malaka Barat Kabupaten Malaka. Penentuan informan dilakukan dengan purpossive sampling, sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan studi dokumen. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) tradisi hedi merupakan kebudayaan yang dilakukan oleh perempua Malaka Desa Umatoos dibuat sebagai tanda bahwa perempuan tersebut sudah siap untuk menikah.. Proses pembuatan hedi pada perempuan harus melalui satu ritual. Yang membuat hedi adalah masyarakat biasa yang mempunyai kemampuan dalam membuat hedi. Alat yang digunakan dalam proses hedi  menggunakan  lampu  pelita yang  berisi  minya tanah,  bikan  balek (piring balek) minyak kelapa dan jarum jahit. Langkah-langkah dalam pembuatan hedi yang pertama, menyalakan pelita yang berisi minyak tanah lalu mengambil arang hitam yang dihasilkan oleh lampu pelita menggunalan piring balek. langkah yang kedua mencampurkan sedikit minyak kelapa pada hitam arang lampu yang ada pada piring. Guna minyak kelapa disini agar dapat menghasilkan tinta hedi atau warna hitam yang bagus. Langkah yang ketiga yaitu arang hitam yang sudah dicampurkan dengan minyak kelapa dan sudah menghasilkan warna tinta hitam yang bagus kemudian diambil menggunakan jarum jahit lalu mulai mengukir gambar motif dan tahap akhir setiap motif yang sudah di ukir atau dibentuk langsung di tusuk menggunakan jarum jahit yang ada agar hitam yang ada dapat meresap masuk untuk menghasilakn garis atau gambaran hitam yang biasa dikenal dengan  hedi (tato). Motif yang digunakan dalam pembuatan hedi yaitu kebanyakan menggunakan motif Sakunar (kalajengking) dan Tekeraik (cicak). (2) terdapat makna yang menjadi simbol dalam proses pelaksanaan hedi yaitu, sirih pinang, makna dari sirih pinang merupakan tanda menghormati dan juga makna komunikasi dengan leluhur dalam acara serta ritual adat. hedi, makna hedi untuk memperjelas status wanita bahwa sudah mempunyai pasangan. rumah adat, makna rumah adat dipercaya bahwa tempat tinggal leluhur. hewan kurban, makna hewan kurban yang dipersembahkan pada leluhur diyakini akn membantu mengabulkan  permohonn.  dan  percikan  darah  sebagai  tanda  pendingin  pada sesuatu yang merasa baru dan panas.
Kata Kunci : Tradisi, Hedi, Makna</note>
<classification><![CDATA[872.01]]></classification><ministry><![CDATA[87201]]></ministry><studentID><![CDATA[1901090056]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20230411]]></identifier><departementID><![CDATA[Pendidikan Sejarah]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[872.01 SES T]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="17493" url="" path="/87201-S1-1901090056-2023-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[TRADISI HEDI BAGI PEREMPUAN PADA MASYARAKAT UMATOOS DI MALAKA]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[COVER-1901090056-SKRIPSI.jpg.jpg]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[13475]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-05-11 14:16:55]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-05-19 13:11:30]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>