<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="1389">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Konstruksi Makna Ritual Ayam Rengki Dalam Kebudayaan Masyarakat Larantuka (Studi Fenomenologi Pada Orang Larantuka Yang Berperan Sebagai Belake di Kota Kupang)]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Fransisca Monica Riberu</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>PETRUS ANA ANDUNG</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>FERLY TANGGU HANA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Petrus Ana Andung</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Yohanes K N Liliweri</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Ferly Tanggu Hana</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2021]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[2]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xvi + 106 hml]]></extent>
</physicalDescription>
<note>ABSTRAK
Fransisca Monica Riberu. 1603050088. Konstruksi Makna Ritual Ayam Rengki Dalam Kebudayaan Masyarakat Larantuka (Studi Fenomenologi Pada Orang Yang Berperan Sebagai Belake di Kota Kupang). Pembimbing : Dr. Petrus Ana Andung, S.Sos., M.Si dan Ferly Tanggu Hana, S.Si M.Comn. 77 halaman isi, 24 halaman lampiran, 17 buku referensi, 3 karya ilmiah, 3 situs internet.

Ritual Ayam Rengki merupakan rangkaian akhir dalam upacara kematian yang dilakukan pada malam ke-3 atau Nebo Besa dalam istilah masyarakat Larantuka. Ayam Rengki ini dimakan oleh Belake. Istilah Belake, adalah sebuah istilah Adat suku Lamaholot bagi laki-laki pada umumnya dan adat Larantuka pada khususnya. Belake merupakan orang yang berperan penting dalam ritual kematian karena keputusan- keputusan diambil berdasarkan suara Belake dan dilayani untuk memakan rengki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengalaman, Makna serta Motif dari Belake dalam menyelenggarakan Ritual Ayam Rengki. Penelitian ini dikaji menggunakan teori fenomenologi dan teori interaksi simbolik serta konsep-konsep penting seperti komunikasi nonverbal, komunikasi ritual, komunikasi antarbudaya, motif dan budaya masyarakat Larantuka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan pengalaman Belake dalam menyelenggarakan ritual ada orang Larantuka yang baru mengetahui ternyata ada perbedaan antara Belake dan Belake suku, ada yang sudah pernah berperan sebagai pengambil keputusan adat, Belake memiliki hak dan kewajiban, serta Belake memiliki peranan istimewah dalam Adat Masyarakat Larantuka. Tradisi ini dimaknai sebagai media untuk Belake melaksanakan kewajiban terakhirnya sebagai Belake serta mendapatkan hak untuk dilayani oleh Ana Opu dalam acara adat apapun. Motif tradisi ini masih terus dilaksanakan yaitu untuk meneruskan dan mempertahankan tradisi yang sudah ada serta sebagai sarana komunikasi antar sesama orang Larantuka di Kota Kupang.

Kata Kunci : Ritual, Belake, Ayam Rengki</note>
<classification><![CDATA[702.01]]></classification><ministry><![CDATA[70201]]></ministry><studentID><![CDATA[1603050088]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20210603]]></identifier><departementID><![CDATA[Ilmu Sosial dan Ilmu Politik]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[702.01 Eru K]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="2001" url="" path="/70201-SI-1603050088-2021-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Konstruksi Makna Ritual Ayam Rengki Dalam Kebudayaan Masyarakat Larantuka (Studi Fenomenologi Pada Orang Larantuka Yang Berperan Sebagai Belake di Kota Kupang)]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[COVER.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[1389]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2021-08-04 21:19:20]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2021-08-11 06:28:46]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>