<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="14396">
<titleInfo>
<title><![CDATA[FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB MASYARAKAT MEMILIH UPAYA NONPENAL DALAM PENYELESAIAN TINDAK PIDANA PERZINAHAN DI DESA HAITIMUK KECAMATAN WELIMAN KABUPATEN MALAKA]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>EFENDI ALEXANDER NAHAK</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>ORPA GANEFO MANUAIN</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Orpa Ganefo Manuain</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Darius A Kian</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Debi F. Ng. Fallo</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2023]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[9]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[individu penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xiv+55 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Dalam penyelesaian tindak pidana perzinahan yang terjadi kehidupan di Desa Haitimuk, Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka, masyarakat cenderung memilih Upaya nonpenal dalam penyelesaian. Masalah pokok dalam penelitian ini adalah. Oleh karena itu, perlu adanya peranan aparat penegak hukum dalam mengungkap dan  menyelesaikan kasus tersebut. 
Rumusan masalah dala penelitian ini adalah: (1). Mengapa masyarakat memilih upaya Nonpenal dalam penanganan tindak pidana perizinan di Desa Haitimuk, Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka. (2) Bagaimanakah bentuk penyelesaian tindak pidan melalui upaya nonpenal di Desa Haitimuk, Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka. Penelitian ini merupakan penelitian dalam empiris yakni mengkaji dan menganalisis data yang diperoleh dari masyarakat dan lokasi penelitian kemudian  dianalisa dalam bentuk paparan atas deskripsi kata-kata yang jelas kemudian data tersebut diinterpretasikan secara rinci yang selanjutnya dapat diambil suatu kesimpulan. Pada penelitian ini, penulis berusaha mendeskripsikan peristiwa yang menjadi pusat penelitian tanpa memberikan perlakuan khusus terhadap peristiwa tersebut. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah  upaya nonpenal dalam penyelesaian  tindak pidana perzinahan dan bentuk penyelesaian tindak pidana melalui upaya Nonpenal yang dilakukan oleh masyarakat di Desa Haitimuk, Kecamatan Weliman Kabupaten Malaka. Informan dalam penelitian ini 8 orang. Data diperoleh dari observasi/pengamatan, wawancara mendalam dan studi kepustakaan kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Penyebab masyarakat cenderung memilih upaya nonpenal disebabkan  upaya penanggulangan kejahatan melalui sarana Non penal melalui usaha pencegahan tanpa harus menggunakan hukum pidana yaitu karena sedederhana, cepat biaya, murah dan tidak membutuhkan waktu yang lama; Bentuk penyelesaian tindak pidana perzinahan melelaui Upaya Non Penal ada 3  bentuk yakni mediasi, arbitrase dan restorative justice terjadi efektif dalam menyelesaikan tindak pidana perzinahan di Desa  Haitimuk Kecamatan Weliman Kabupaten Malaka.

Kata Kunci: Faktor- faktor,  Upaya Nonpenal, Perzinahan, bentuk penyelesaian.</note>
<classification><![CDATA[742.01]]></classification><ministry><![CDATA[74101]]></ministry><studentID><![CDATA[1702010368]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20230405]]></identifier><departementID><![CDATA[Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[742.01 Nah F]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="18609" url="" path="/74201-S1-1702010368-2023-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB MASYARAKAT MEMILIH UPAYA NONPENAL DALAM PENYELESAIAN TINDAK PIDANA PERZINAHAN DI DESA HAITIMUK KECAMATAN WELIMAN KABUPATEN MALAKA]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Bag._Hukum_Pidana.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[14396]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-05-26 16:20:05]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-05-29 08:51:19]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>