<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="14459">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Analisis Pengaturan Dan Urgensi Whistleblower (Pelapor) Dan Justice Collaborator (Kolaborator Keadilan) Dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi  Di Indonesia]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>PUTRIA NIDA IBA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>RUDEPEL PETRUS LEO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Rudepel Petrus Leo</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Deddy R Ch Manafe</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Debi F. Ng. Fallo</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2023]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[6]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[XII + 81 hal]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Tindak Pidana Korupsi yang dikategorikan sebagai kejahatan kerah putih, kejahatan sebagai bisnis, kejahatan ekonomi, kejahatan resmi dan penyalahgunaan kekuasaan. Keadaan ini kian menuntut Institusi dan Penegak hukum agar lebih profesional melakukan upaya-upaya baru dalam penggalian informasi agar dapat menangani dan membuktikan kejahatan ini dengan menggunakan Whistleblower (Pelapor) dan Justice Collaborator (Kolaborator Keadilan). Berkenaan dengan banyak kasus Korupsi yang transnasional dan sindikasi, perlindungan hukum bagi para Whistleblower (Pelapor) dan Justice Collaborator (Kolaborator Keadilan) pun sangat diperlukan. Maka dapat dirumuskan masalah pokok: (1) Bagaimanakah bentuk perlindungan hukum whistleblower dan justice collaborator dalam perkara tindak pidana korupsi di Indonesia? (2) Bagaimanakah kebijakan pengaturan hukum yang ideal dalam penetapan status whistleblower dan justice collaborator dalam perkara tindak pidana korupsi di Indonesia?
Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif karena dikonsepsikan dan dikembangkan dengan cara menelaah kaidah-kaidah, norma-norma, aturan-aturan yang berhubungan dengan masalah yang diteliti.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Bentuk perlindungan hukum terhadap whistleblower dan justice collaborator berupa pemberian perlindungan atas keamanan, pemberian keringanan hukuman, bagi whistleblower mendapat penghargaan. (2) Kebijakan pengaturan hukum yang ideal ialah dengan memperhatikan resiko berupa ancaman/intimidasi, kriteria, jenis, peran sebagai whistleblower dan justice collaborator, bahkan batasan-batasan dalam memberikan perlindungan hukum kepada whistleblower, yang mana bagi seorang justice collaborator diperlukan batasan ancaman pidana minimum khusus. Oleh karena itu, saran terhadap hasil penelitian ini ialah: (1) Pembaharuan hukum secara optimal. (2) Penerapan peraturan tentang perlindungan dan perlakuan khusus bagi whistleblower dan justice collaborator secara konsisten. (3) Melakukan rapat koordinasi antar aparat penegak hukum sehingga memiliki pemahaman yang sama tentang aturan hukum, mekanisme serta hak-hak dari whistleblower (pelapor) dan justice collaborator (kolaborator keadilan.
Kata Kunci: Bentuk perlindungan hukum, tindak pidana korupsi, whistleblower (pelapor), justice collaborator (kolaborator keadilan), kebijakan pengaturan hukum ideal.</note>
<classification><![CDATA[742.01]]></classification><ministry><![CDATA[74101]]></ministry><studentID><![CDATA[1902010036]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20230503]]></identifier><departementID><![CDATA[Ilmu Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[742.01 IBA A]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="18693" url="" path="/74201-S1-1902010036-2023-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Analisis Pengaturan Dan Urgensi Whistleblower (Pelapor) Dan Justice Collaborator (Kolaborator Keadilan) Dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi  Di Indonesia]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[skripsi-bag-huk-pidana.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[14459]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-05-28 17:01:09]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-05-29 15:16:57]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>