<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="14491">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Eksistensi Hak Ulayat (Kanaf)  Masyarakat Adat Pollo Setelah Berlakunya   Peraturan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur  Nomor 16 Tahun 2018   (Studi Kasus Di Desa Bena Kecamatan Amanuban Selatan)]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>APNER E. NABUASA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>UMBU LILY PEKUWALI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>YOHANES G TUBA HELAN</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Umbu Lily Pekuwali</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Yohanes G Tuba Helan</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Dr.Saryono Yohanes, S.H., M.H</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2023]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Tesis]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[6]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Tesis]]></form>
<extent><![CDATA[xii + 156 Hal]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Masalah pokok dalam penulisan ini adalah mengenai keberadaan Hak Ulayat Masyarakat Adat Pollo setelah berlakunya Perda Nomor 16 Tahun 2018 upaya hukum terhadap pengukuran dan sertifikasi tanah hak ukayat Masyarakat Adat Pollo di dataran sawah Bena berdasarkan Perda Nomor 8 Tahun 1974 Tentang Pelaksanaan Penegasan Hak Atas Tanah. Metode Penelitian yang digunakan dalam penulisan Tesis ini adalah menggunakan Penelitian Yuridis Empiris. Hasil penelitian ini sebagai acuan terhadap pengakuan eksistensi hak ulayat masyarakat adat Pollo yang masih ada sampai saat ini sekaligus melakukan upaya dan langkah hukum melalui Permohonan pembatalan penerbitan sertifikat hak atas tanah ke Badan Pertanahan Nasional melalui Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Badan Pertanahan Kabupaten Timor Tengah Selatan atas pengukuran dan sertifikasi tanah bekas ulayat masyarakat adat Pollo yang dijadikan sebagai tanah Negara berdasarkan Perda Nomor 8 Tahun 1974 yang dinilai cacat hukum. Keberadaan Hak Ulayat Masyarakat Adat Pollo yang masih ada sampai saat ini sebagai landasan untuk dilakukan upaya- upaya hukum agar memperoleh kepastian hukum dan memberikan rasa keadailan bagi persekutuan masyarakat adat Pollo di Kecamatan Amanuban selatan Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Selanjutnya sebagai rekomendasinya disarankan 1). Pemerintah Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Pemerintah Daerah Kabupaten Timor Tengah Selatan harus tetap menjaga dan melindungi keberadaan Tanah Hak Ulayat Masyarakat Adat Pollo sebagai tindaklanjut dari sejumlah regulasi yang mengatur dan melindungi Hak Ulayat Masyarakat Adat di Indonesia dan pada khususnya Masyarakat Adat Pollo sebagai wujud kekayaan dan warisan turun temurun terkuat dan tidak terputus. 2). Dapat membatalkan sertifikat hak atas tanah sesuai pengukuran dan sertifikasi tanah bekas hak ulayat Masyarakat Adat Pollo di dataran Bena Kecamatan Amanuban Selatan Kabupaten Timor Tengah Selatan yang masih dipegang dan dikuasai secara Perorangan sampai saat ini agar dilakukan penataan kembali sesuai dengan hak yang dimiliki oleh persekutuan Masyarakat adat Pollo di Kecamatan Amanuban Selatan Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Kata Kunci: Hak Ulayat dan Pembatalan Sertifikat Tanah.</note>
<classification><![CDATA[741.01]]></classification><ministry><![CDATA[74101]]></ministry><studentID><![CDATA[2111040036]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20230428]]></identifier><departementID><![CDATA[Magister Ilmu Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[741.01 NAB E]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="18759" url="" path="/74101-S2-2111040036-2023-THESIS.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Eksistensi Hak Ulayat (Kanaf)  Masyarakat Adat Pollo Setelah Berlakunya   Peraturan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur  Nomor 16 Tahun 2018   (Studi Kasus Di Desa Bena Kecamatan Amanuban Selatan)]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[cover-tesis-ilmu-hukumi1.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[14491]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-05-29 13:49:25]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-05-30 10:50:39]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>