<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="14548">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Upaya Direktorat Kepolisian Perairan Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur Dalam Menanggulangi Pelaku Pengeboman Ikan Di Pulau Semau (Tinjauan Kriminologi)]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>LIDYA NATALIA A. LAY</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>JIMMY PELLO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>BHISA VITUS WILHELMUS</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Nikolas Manu</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Jimmy Pello</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Bhisa V. Wihelmus</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2023]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[6]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[XII + 81 hal]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Potensi kelautan di Nusa Tenggara Timur terutama di Pulau Semau sangat menjanjikan dan memberikan peluang yang sangat besar untuk dimanfaatkan secara ekonomis oleh sekelompok masyarakat yang bermukim dipesisir pantai yang pada umumnya menggantungkan sumber kehidupan sebagai nelayan. Wilayah perairan yang sangat luas selain memberikan harapan dan manfaat yang besar, tetapi juga membawa konsekuensi dan beberapa permasalahan, antara lain terjadinya tindak pidana pengeboman ikan. Berdasarkan latar belakang, masalah pokoknya dapat dirumuskan: (1) Apakah faktor penyebab terjadinya perbuatan criminal Pengeboman Ikan di Pulau Semau? (2)  Apakah upaya Kepolisian Perairan Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur dalam penanggulangan terhadap pelaku pengeboman ikan di Pulau Semau?
Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis empiris yang merupakan suatu pendekatan yang dilakukan dengan meneliti dan mengumpulkan data primer yang diperoleh secara langsung melalui penelitian terhadap objek penelitian dengan cara observasi dan wawancara dengan responden atau narasumber.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Faktor penyebab tindak pidana pengeboman ikan karena masih sangat kurang dan minimnya pengetahuan dan kesadaran pelestarian lingkungan laut, hal ini juga disebabkan penghasilan nelayan yang terbilang masih sangat rendah dengan permintaan pasar regional yang sangat tinggi menyebabkan nelayan menggunakan bom ikan untuk meningkatkan hasil tangkapan ikan. (2) Upaya yang dilakukan oleh Ditpolairud Polda NTT dalam menanggulangi yaitu dengan melakukan kunjungan ke Pulau Semau, membentuk POLMAS dan POKMASWAS guna menjaga keamanan dan ketertiban serta melakukan penyuluhan dan sosialisasi mengenai aturan-aturan yang melarang kegiatan pengeboman ikan dan pengetahuan hukum kepada nelayan tentang pentingnya pelestarian sumber daya perikanan. Saran saya: pemerintah dan aparat penegak hukum agar lebih aktif melakukan sosialisasi, meningkatkan kualitas alat pancing, dan adanya patroli dilingkungan perairan secara rutin, terpadu dan terkoordinasi.
Kata Kunci:  Faktor Penyebab, Potensi Kelautan, Pengeboman Ikan, POLMAS, POKMASWAS, Upaya Penanggulangan.</note>
<classification><![CDATA[742.01]]></classification><ministry><![CDATA[74101]]></ministry><studentID><![CDATA[1802010302]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20230503]]></identifier><departementID><![CDATA[Ilmu Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[742.01 LAY U]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="18837" url="" path="/74201-S1-1802010302-2023-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Upaya Direktorat Kepolisian Perairan Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur Dalam Menanggulangi Pelaku Pengeboman Ikan Di Pulau Semau (Tinjauan Kriminologi)]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[skripsi-bag-huk-pidana.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[14548]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-05-30 11:54:48]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-05-30 12:16:46]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>