<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="14754">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Perilaku Ibu Dalam Memilih Penolong Persalinan Tradisional Di Wilayah Kerja Puskesmas Busalangga Kabupaten Rote Ndao Tahun 2023]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>NOLDI AMELIA MODOK</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>YULIANA RADJA RIWU</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>RUT ROSINA RIWU</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Christina Rony Nayoan</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Yuliana Radja Riwu</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Rut Rosina Riwu</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2023]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[6]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[XII + 146 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Keberhasilan program kesehatan dapat dilihat dari indikator Rasio Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi (AKB) yang merupakan salah satu indikator utama kesuksesan pembangunan kesehatan. Sebagai salah satu indikator utama, maka pemerintah harus memperhatikan masalah ini dengan melakukan pencegahan seperti memperhatikan kondisi kesehatan ibu sejak masa kehamilan dan masa nifas yang terhitung kurang lebih 40 hari setelah persalinan. Kementerian Kesehatan menerapkan kebijakan dengan menekankan setiap persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan dalam rangka penurunan angka kematian ibu dan angka kematian bayi.  Persalinan di fasilitas kesehatan merupakan salah satu  elemen kunci  dalam  penurunan  kematian  ibu  dan  bayi  baru  lahir,  akan  tetapi  masih terdapat ibu yang melakukan persalinan dengan ditolong oleh dukun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku ibu dalam memilih tenaga penolong persalinan di wilayah kerja Puskesmas Busalangga. Jenis penelitian adalah kualitatif  dengan  teknik  wawancara mendalam.  Partisipan  berjumlah  sembilan orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan partisipan mengenai persalinan aman sudah baik. Partisipan memilih persalinan dengan dibantu oleh dukun karena sikap dukun yang ramah dalam membantu proses persalinan. Sarana yang   terbatas   dapat   mempengaruhi   ibu   dalam   memilih   tenaga   penolong persalinan. Lokasi puskesmas yang jauh serta jalan yang rusak mengakibatkan partisipan memilih melakukan persalinan dengan ditolong oleh dukun. Partisipan memiliki asuransi kesehatan sehingga tidak mengeluarkan biaya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, akan tetapi partisipan memilih dukun sebagai penolong persalinannya dikarenakan minim pengeluaran. Berdasarkan dukungan, suami/keluarga menyarankan agar istri melakukan persalinan di dukun. Peneliti merekomendasikan agar tenaga kesehatan dapat melakukan mitra dengan dukun terlatih sehingga dapat meningkatkan cakupan pertolongan persalinan di tenaga kesehatan.  Selain  itu,  peneliti  merekomendasikan  agar  hasil  penelitian  ini dijadikan sebagai acuan peneliti lain agar dapat menggali lebih dalam mengenai partisipasi suami dalam memilih tenaga penolong persalinan serta hal-hal negatif terkait persalinan sulit di dukun.
Kata Kunci : Perilaku ibu, Tenaga Penolong Persalinan</note>
<classification><![CDATA[132.01]]></classification><ministry><![CDATA[13101]]></ministry><studentID><![CDATA[1807010094]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20230605]]></identifier><departementID><![CDATA[Kesehatan Masyarakat]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[132.01 MOD P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[skripsi-prodi-ikm.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[14754]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-07-17 14:02:42]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-07-31 08:19:36]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>