<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="14807">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Nilai-Nilai Pancasila Dalam Upacara Adat Tegu Wata Di Desa Boru Kecamatan Wulanggitang Kabupaten Flores Timur]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Sesilia Yunita Jawan Hikon</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Petrus Ly</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Thomas Kemil  Masi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Petrus Ly</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Fredik L. Kollo</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Thomas Kemil  Masi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2023]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[6]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xvi + 160 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah tahapan dalam upacara adat tegu wata di Desa Boru Kecamatan Wulanggitang Kabupaten Flores Timur,nilai-nilai Pancasila dalam bentuk apa saja yang terkandung dalam setiap tahapan upacara adat tegu wata di Desa Boru Kecamatan Wulanggitang Kabupaten Flores Timur dan apa makna simbol-simbol yang terdapat pada setiap tahapan upacara adat tegu wata di Desa Boru Kecamatan Wulanggitang Kabupaten Flores Timur?
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tahapan upacara adat tegu wata di Desa Boru Kecamatan Wulanggiitang Kabupaten Flores Timur, mendeskripsikan nilai-nilai pancasila yang terkandung dalam tahapan upacara adat tegu wata di Desa Boru Kecamatan Wulanggitang Kabupaten Flores Timur dan mendeskripsikan makna dari simbol-simbol yang terdapat pada setiap tahapan upacara adat tegu wata di Desa Boru Kecamatan Wulanggitang Kabupaten Flores Timur.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yaitu memperoleh data-data secara tertulis atau lisan dari orang-orang atau pelaku utama yang diamati.Data yang dikumpulkan baik data primer maupun sekunder yang telah diperoleh dari lapangan dalam bentuk kalimat yang jelas sehingga mudah dipahami.Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan observasi,wawancara dan dokumentasi.Informan dalam penelitian ini adalah kepala desa,tokoh adat dan tokoh masyarakat di Desa Boru Kecamatan Wulanggitang Kabupaten Flores Timur.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa:1)Upacara adat tegu wata merupakan upacara syukuran kepada Tuhan,leluhur dan alam sekitar atas hasil panen yang diperoleh,yang dalam pelaksanaaanya melalui tiga tahapan upacara yaitu upacara pembuka yang terdiri dari napa wa’at,hapung nuhek gi’e wewel,tekan wua punohon,bohe bahan,tekan wua beleken;upacara inti yang terdiri dari tue kaha,belo kaha,dan sisa beting,upacara penyembelian hewan kurban,pesil,sabung dan gaha wolo dan upacara penutup terdiri dari ritual bukang dan blaha matan soga falik.2)Nilai-nilai pancasila yang terdapat dalam upacara adat tegu wata terdiri dari nilai Ketuhanan,nilai kemanusiaan,nilai persatuan,nilai kerakyatan dan nilai keadilan sosial.3)Makna simbol-simbol yang terdapat dalam upacara adat tegu wata yaitu hikon lolon sebagai simbol asal leluhur dan persatuan;ayam sebagai petunjuk;halia sebagai simbol kehangatan;kelapa muda sebagai simbol kedamaian;telur sebagai perintis;siri pinang dan roko sebagai simbol persaudaraan dan emping sebagai simbol persatuan.</note>
<classification><![CDATA[872.05]]></classification><ministry><![CDATA[87205]]></ministry><studentID><![CDATA[1901070077]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20230421]]></identifier><departementID><![CDATA[Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[872.05 Kon N]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Cover_Skripsi.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[14807]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-07-19 13:30:28]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-07-20 13:44:59]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>