<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="15020">
<titleInfo>
<title><![CDATA[PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG EKSPLORASI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA PANAS BUMI (PLTB) DI DESA DARIWALI KECAMATAN JEREBUU KABUPATEN NGADA]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>MARIA NATALIA BHOKE</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>ARIS LAMBE</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>IMANTA I PERANGINANGIN</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Aris Lambe</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Josep Emanuel Jelahut</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Imanta I Peranginangin</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang, Nusa Tenggara Timur]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2023]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[6]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xiv+76 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Persepsi masyarakat tentang keberadaan pembangkit listrik tenaga panas bumi ( PLTP) Di Desa Dariwali Kecamatan Jerebu’u Kabupaten Ngada. Penelitian ini ingin mengetahui persepsi masyarakat terhadap PLTP dilihat dari aspek sosial,ekonomi dan lingkungan di Desa Dariwali. Pembangkit listrik tenaga panas bumi dan lingkungan adalah dua komponen yang tidak dapat dipisahkan dan saling mempengaruhi. Pembangunan merupakan suatu proses yang melibatkan segala sumber daya. Namun meskipun demikian lingkungan sosial perlu diperhatikan sehingga antara pembangunan dan lingkungan dapat sejalan seimbang. Pembangunan PLTP di Desa Dariwali mempengaruhi terhadap lingkungan sekitar. Hal tersebut mengakibatkan timbulnya berbagai persepsi masyarakat akan hal itu. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Persepsi. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif. Dengan teknik pengumpulan datanya yaitu: Observsi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah 2 orang pemerintahan desa, 1 orang pegawai PLTP dan 6 0rang tokoh masyarakat. Dengan teknik penarikan sampel adalah purposive sampling atau sampling bertujuan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa adanya persepsi masyarakat terhadap pembangkit listrik tenaga panas bumi. Persepsi masyarakat tersebut ditunjukan melalui berbagai sikap penolakan, menerima dan ragu-ragu terhadap keberadaan pembangkit listrik tenaga panas bumi. Masyarakat yang menerima adanya PLTP adalah  karena memperhatikan kondisi ekonomi masyarakat setempat. Alasan lain juga karena PLTP memiliki potensi rama lingkungan. Sedangkan bagi masyarakat yang ragu-ragu terhadap keberadaan PLTP adalah karena masyarakat takut terhadap dampak negatif yang ditimbulkan akibat adanya PLTP. Bagi masyarakat yang menolak keberadaan PLTP beralasankan bahwa masyarakat sudah mengetahui berbagai cerita tentang dampak negatif PLTP dari masyarakat yang wilayahnya terdapat PLTP. Saran dari penelitian ini adalah bahwa pemerintah setempat diharapkan mampu memberikan pemahaman melalui sosialisasi dampak positif keberadaan pembangkit listrik tenaga panas bumi terhada masyarakat. Pemerintah juga di harapkan mampu memberikan langkah antisipasi terhadap dampak-dampak negatif yang timbul akibat adanya PLTP. Bagi masyarakat setempat diharapkan agar mampu saling berinteraksi antar sesama masyarakat dan saling mengsosialisasikan dampak positif dari adanya PLTP. 

Kata Kunci: Persepsi Masyarakat, Keberadaan PLTP</note>
<classification><![CDATA[692.01]]></classification><ministry><![CDATA[69201]]></ministry><studentID><![CDATA[1723030015]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20230523]]></identifier><departementID><![CDATA[Sosiologi]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[692.01 Bho P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Cover_Skripsi_Sosiologi.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[15020]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-07-27 10:28:03]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-07-28 09:49:42]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>