<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="15041">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Pengaruh Rebusan Daun Kersen (Muntingia calabura) Dalam  Pencegahan Infeksi Bakteri Vibrio alginolyticus Pada Ikan Kerapu Cantang (Epinephelus sp.)]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>ODILIA BETO TUKAN</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>YULIANA SALOSSO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Asrianti Djonu</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Yuliana Salosso</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Asrianti Djonu</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>WESLY PASARIBU</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2023]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[6]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xv + 56 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Ikan kerapu cantang merupakan salah satu jenis ikan budidaya yang banyak diminati karena memiliki keunggulan yakni, pertumbuhan yang cepat, tingkat kelangsungan hidup yang lebih baik dari induknya, serta mudah dibudidayakan. Kendala yang berpengaruh dalam kegiatan budidaya ikan kerapu cantang yaitu serangan penyakit yang disebabkan oleh bakteri, salah satunya yaitu V. alginolyticus. Upaya yang dilakukan untuk mencegah serangan penyakit masih menggunakan bahan kimia seperti antibiotik, namun penggunaan antibiotik secara terus-menerus dapat menyebabkan residu dan resistensi. Upaya yang dilakukan untuk mengurangi penggunaan antibiotik yaitu menggunakan bahan alami yang ramah lingkungan seperti rebusan daun kersen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah rebusan daun kersen efektif dalam mencegah ikan kerapu cantang yang terinfeksi bakteri Vibrio alginolyticus serta berapa konsentrasi rebusan daun kersen yang terbaik untuk pencegahan ikan kerapu cantang yang terinfeksi bakteri V. alginolyticus.
Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 kali ulangan, dengan konsentrasi setiap perlakuan yaitu perlakuan A (30 ml/l), perlakuan B (60 ml/l) dan perlakuan C (80 ml/l) serta perlakuan kontrol positif (ikan tanpa pemberian rebusan daun kersen dan infeksi bakteri) dan kontrol negatif (diinfeksi bakteri tanpa pemberian rebusan daun kersen) sebagai pembanding. Ikan uji yang digunakan dalam penelitian ini yaitu ikan kerapu cantang yang memiliki ukuran 10-12 cm dengan padat tebar sebanyak 5 ekor/akuarium. Akuarium yang digunakan dengan ukuran 60 cm x 40 cm x 40 cm. Parameter yang diamati dalam penelitian ini meliputi hematologi ikan (eritrosit, leukosit, dan hemoglobin), gejala klinis dan kelulushidupan yang dianalisis secara statistik menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT). 
Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan rebusan daun kersen dengan konsentrasi yang berbeda tidak berpengaruh nyata terhadap parameter darah (eritrosit, leukosit dan hemoglobin). Namun jika dilihat dari data gejala klinis perlakuan pencegahan infeksi V. alginolyticus yaitu perlakuan C dengan rendaman 80 ml/l memiliki rata-rata eritrosit sebesar 108,3x104 sel/mm3, leukosit sebesar 6,13x104 sel/mm3 dan hemoglobin sebesar 3,99 g/dL menghasilkan gejala klinis lebih baik dibandingkan perlakuan A dengan rendaman 30 ml/l dan perlakuan B dengan rendaman 60 ml/l.

Kata Kunci : Epinephelus sp, rebusan daun kersen, Vibrio alginolyticus</note>
<classification><![CDATA[542.43]]></classification><ministry><![CDATA[54243]]></ministry><studentID><![CDATA[1813010045]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20230613]]></identifier><departementID><![CDATA[Budidaya Perairan]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[542.43  TUK P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[cover-skripsi-bud-perairan_1.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[15041]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-07-27 13:42:07]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-07-28 13:08:26]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>