<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="15054">
<titleInfo>
<title><![CDATA[TRADISI DJALLI MA PADA ETNIS SABU DI DESA RAEMUDE KECAMATAN SABU BARAT KABUPATEN SABU RAIJUA]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>YUNITA ANGGRASARI LEDE GILI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>FRANSINA APRILYSE NDOEN</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>MALKISEDEK TANEO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Fransina Aprilyse Ndoen</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Susilo Setyo Utomo</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>MALKISEDEK TANEO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2023]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[6]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xiv + 58 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui latar belakang pelaksanaan Tradisi Djalli Ma pada Etnis Sabu di Desa Raemude Kecamatan Sabu Barat Kabupaten Sabu Raijua, untuk mengetahui proses pelaksanaan Tradisi Djalli Ma pada Etnis Sabu di Desa Raemude Kecamatan Sabu Barat Kabupaten Sabu Raijua, dan untuk mengetahui upaya-upaya untuk melestarikan Tradisi Djalli Ma pada Etnis Sabu di Desa Raemude Kecamatan Sabu Barat Kabupaten Sabu Raijua. Lokasi dalam penelitian ini adalah Desa Raemude Kecamatan Sabu Barat Kabupaten Sabu Raijua. Teknik  penentuan informan dilakukan dengan cara snowball sampling. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah studi dokumen, wawancara dan observasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil Penelitian menunjukan bahwa (1) Tradisi Djalli Ma adalah salah satu ritual yang diselenggarakan dalam menyambut musim hujan dan mengawali pembersihan ladang. Tradisi Djalli Ma juga dilakukan sebagai permohonan untuk memanggil hujan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dengan dilakukannya tradisi ini masyarakat Sabu mempercayai bahwa Tuhan akan memberikan curah hujan yang tinggi terutama pada saat musim tanam, karena curah hujan yang tinggi saat musim tanam akan sangat membantu proses pertumbuhan tanaman mereka. (2) proses pelaksanaan ritual Djalli Ma dilakukan melalui 3 tahap yaitu: tahap persiapan, dalam tahap ini para tetua adat mempersiapkan bahan dan alat yang akan digunakan dalam ritual Djalli Ma, alat yang harus dipersiapkan terlebih dahulu sebelum melakukan pembersihan ladang adalah tofa (ko’o) setelah pembersihan ladang dan hujan sudah turun maka Isteri ketua adat menyiapkan bibit yang akan ditanam. Tahap pelaksanaan, dalam tahap ini para tetua adat mulai melakukan pembersihan ladang dan setelah itu mereka akan melakukan penanaman setelah hujan sudah turun. Namun ketika hujan belum turun maka ketua adat akan melakukan ritual memanggil hujan terlebih dahulu, dan ketika hujan turun maka satu hari setelah hujan barulah mereka melakukan penanaman. Tahap akhir, dalam tahap akhir ini para tetua adat melakukan ritual adat Nga’a Djalli Ma sebagai tanda mereka telah selesai melakukan pemberihan ladang sekaligus menanam. (3) Upaya untuk melestarikan tradisi warisan dari leluhur ini, para tetua beserta ketua adat membuat masyarakat menyadari pentingnya tradisi ini dengan menceritakan kisah dari munculnya tradisi ini agar para anak muda atau penerus bangsa dapat terus melaksanakan tradisi Djalli Ma agar tanaman mereka dijaga oleh para leluhur dan hasil panen dilimpahkan oleh yang maha kuasa. 

Kata Kunci: Tradisi, Djalli  Ma, Proses</note>
<classification><![CDATA[872.01]]></classification><ministry><![CDATA[87201]]></ministry><studentID><![CDATA[1901090022]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20230626]]></identifier><departementID><![CDATA[Pendidikan Sejarah]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[872.01 ILI T]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[COVER-1901090022-SKRIPSI.jpg.jpg]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[15054]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-07-27 15:30:29]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-07-28 13:41:07]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>