<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="15101">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Pemanfaatan Teknologi Pemanenan Kabut (Fog Harvesting) Berbasis Barang Bekas Sederhana di Daerah Kapan, Kabupaten TTS]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Rindani Evasari Djara Lay</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>FAKHRUDDIN</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Amiruddin Supu</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Fakhruddin</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Yusniati H Muh Yusuf</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Amirudin Supu</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2023]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[6]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[x + 87 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Teknologi pemanenan kabut (fog harvesting) merupakan teknologi yang dikembangkan sebagai suatu upaya untuk mendapatkan air dengan memanfaatkan potensi alam yaitu kabut. Kabut dapat mengalami kondensasi ketika bersentuhan dengan objek yang tepat. Kabut yang terkondensasi kemudian terkumpul dan menjadi tetesan-tetesan air yang dapat mengalir dan dikumpulkan. Kapan merupakan salah satu tempat berdataran tinggi di kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) yang memiliki potensi kabut yang cukup baik. Melihat potensi tersebut, Kapan menjadi tempat pilihan yang tepat untuk menjadi tempat penelitian. 
Dalam kehidupan dan aktivitas manusia selalu ada barang-barang yang dipakai dan kemudian pada akhirnya tidak digunakan lagi, yang disebut barang bekas. Peneliti kemudian tertarik untuk memanfaatkan barang-barang bekas yang ada disekitar lingkungan sebagai teknologi pemanenan kabut (fog harvesting). Peneliti memilih lima jenis barang bekas yakni jaring allumunium, jaring penahan sinar matahari, payung, potongan terpal dan juga seng sebagai alat untuk digunakan sebagai teknologi pemanenan kabut (fog harvesting). Adapun tujuan penelitian ini adalah mengetahui barang bekas sederhana apa saja yang dapat dimanfaatkan sebagai teknologi pemanenan kabut (fog harvesting) dan barang bekas manakah yang lebih banyak mengumpulkan air hasil pemanenan kabut (fog harvesting). 
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan peneliti, ditemukan bahwa kelima jenis barang bekas tersebut dapat mengumpulkan air dari kabut yang terkondensasi, dengan demikian kelima jenis barang bekas tersebut dapat digunakan sebagai teknologi pemanenan kabut (fog harvesting). Kemudian dari kelima barang bekas tersebut, jaring penahan sinar matahari paling banyak mengumpulkan air hasil pemanenan kabut karena berhasil mengumpulkan air dengan rata-ratanya 1,6 ml, kemudian ada jaring aluminium dengan rata-rata air yang dikumpulkan sebanyak 1,5 ml, disusul pada urutan ketiga oleh seng yang berhasil mengumpulkan air  dengan rata-rata sebanyak 1,3 ml, lalu keempat ada terpal yang juga mengumpulkan rata-rata air sebanyak 1,3 ml juga, dan terakhir payung yang mengumpulkan air dengan rata-rata sebanyak 1 ml.

Kata Kunci : Kabut, Barang Bekas Sederhana, Teknologi Pemanenan Kabut</note>
<classification><![CDATA[842.03]]></classification><ministry><![CDATA[84203]]></ministry><studentID><![CDATA[1801050035]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20230606]]></identifier><departementID><![CDATA[Pendidikan Fisika]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[842.03 Lay P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Cover_skripsi_Pend_Fisika.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[15101]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-07-28 13:14:22]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-07-28 14:03:11]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>