<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="15623">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Analisis Faktor Penyebab Dan Upaya Penanggulangan Sengketa Tanah Suku Kemak Sanirin Di Kabupaten Belu]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>YOHANA ISABELA ASA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>SUKARDAN ALOYSIUS</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>DARIUS MAURITSIUS</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Darius Mauritsius</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Sukardan Aloysius, SH. M. Hum</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>AGUSTINUS HEDEWATA -</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2023]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[6]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xiv + 85 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Tanah Ulayat adalah tanah bersama para warga masyarakat hukum adat yang bersangkutan. Hak penguasaan atas tanah dikenal dengan hak ulayat yang merupakan serangkaian wewenang dan kewajiban suatu masyarakat hukum adat, Berdasarkan latar belakang di atas, maka dikemukakan rumusan masalah sebagai berikut: (1) Apakah faktor penyebab terjadinya perkara sengketa tanah dalam Suku Kemak Sanirin? (2) Bagaimanakah prosedur penyelesaian Sengketa Tanah Suku Kemak Sanirin di Kabupaten Belu? Penelitian ini dilakukan di Desa Kabuna, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu tepatnya pada Masyarakat Adat Suku Kemak Sanirin. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris yaitu dilakukan dengan melihat kenyataan yang ada dalam praktik lapangan.pendekatan ini disebut dengan pendekatan sosiologis yang dilakukan secara langsung di lapangan. Penelitian ini didasari ide dan masukan dari berbagai pihak guna melengkapi penelitian yang dimaksud. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Masyarakat adat suku kemak sanirin ini sangat kurang pemahamannnya mengenai hak ulayat dan hukum adat, sehingga menyebabkan kekeliruan yang pada akhirnya timbulnya percekcokan mengenai tanah ulayat tersebut. Di mana Pada tahun 2021 tepatnya bulan Februari telah terjadi saling klaim atau pematokan Tanah Ulayat/Tanah Adat/Tanah Suku yang ada di kawasan Wehor dan Kabuna secara sepihak oleh oknum-oknumtertentu bahkan telah diperjualbelikan sebagian tanah ulayat tanpa diketahui ketuasuku Kemak. (2) Penyelesaian perkara sengketa ini diselesaikan secara adat yang di mana mengumpulkan semua dato-dato, kepala suku, kepala desa kabuna, RT/RWbeserta anggota keluarga yang bersangkutan dan orang-orang yang pernah tinggal ditanah suku tersebut sekaligus dan pembeli tanah ulayat ini. Perdebatan antara pihak-pihak pun terjadi dan pada akhirnya timbulah kesepakatan untuk mengadakan pembagian Tanah Ulayat. Di sini peneliti ingin meneliti prosedur danpelaksanaan penyelesaian sengketa ini serta pembagian tanah ulayat atau hak ulayatmenurut adat suku kemak oleh Ama Dato (Ketua Adat) di Desa Kabuna, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu.
Kata Kunci: Tanah Ulayat, Hak Ulayat, Faktor Penyebab, Prosedur Penyelesaian.</note>
<classification><![CDATA[742.01]]></classification><ministry><![CDATA[74101]]></ministry><studentID><![CDATA[1902010302]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20230510]]></identifier><departementID><![CDATA[Ilmu Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[742.01 ASA A]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[bag-keperdataan.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[15623]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-08-03 14:42:44]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-08-04 14:34:26]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>