<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="1577">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Nilai-Nilai Tarian Caci Sebagai Bahan Bimbingan Belajar Murid Sekolah Dasar Di Desa Komba Kecamatan Kota Komba]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>FILEMON ANTONIUS NASE</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>S.P. Taneo</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Drs. Gaspar Melo, S.Pd</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Dr. S.P. Taneo, S.Pd, MSi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Benediktus Kasa</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2021]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[2]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xi + 72]]></extent>
</physicalDescription>
<note>tujuannya untuk mengetahui nilai apa saja yang terkandung dalam tarian caci yang dapat membimbing siswa sekolah dasar di desa komba kecamatan kota komba. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif etnografi. Dengan teknik pengumpulan datanya observasi, studi dokumentasi dan wawancara. Subjek penelitian ini yakni masyarakat serta orang yang sering berperan dalam melakukan tarian caci itu sendiri.
Penelitian ini di adakan di Desa Komba Kecamatan Kota Komba Kabupaten Manggarai Timur dengan hasil peneitian yang menunjukan bahwa adapun beberapa nilai dalam tatian caci itu sendiri mampu membimbing siswa sekolah dasar yaitu: nilai keindahan atau estetika. Dalam nilai keindahan atau etestika ini mencangkup bahasa dan nyanyian. Bahasa dan nyanyian dalam tarian caci sangatlah penting yang mana kita ketahui bahwa dalam memamerkan tarian caci penari caci itu sendiri harus fasih dalam hal berbahasa dan bernyanyi. Dan dalam bahasa dan nyanyian ada aspek yang di lihat yang artinya bahasa yang di keluarkan oleh para penari lewat nyanyian ini harus berpegang teguh pada aspek sopan santun. Nilai etika dan moral. Nilai etika dan moral sangatlah penting dalam tarian caci yang artinya para penari harus menghormati satu dengan yang lainnya dengan tidak melukai perasaan satu dengan yang lainnya. Artinya para penari caci ini tidak boleh salin mengejek, agar ketika selesai pertunjukan tidak menimbulkan dendam antar mereka. Nilai gotong royong. Nilai ini dapat kita lihat pada penari caaci dan antusias para penonton. Yang mana kita lihat bahwa tarian caci menganut nilai keindahan yaitu nyanyian dan bahasa, di sini nilai gotong royong sangat Nampak, bahwa ketika penari bernyanyi, maka penpnton akan menjawab nyanyian tersebut atau dalam bahasa manggarainya wale. Dan adapun implementasi dari nilai tarian caci di masyarakat yang mampu untuk di aplikasikan di siswa sekolah dasar yaitu sikap tenggang rasa. Sikap tenggang rasa ini selalu di tunjukan oleh para penari caci manakalah ketika ada yang terluka dari kedua penari, ketika di luar arena setelah pertunjukan mereka saling menguatkan dan di situlah terciptanya keakraban dan sikap saling menolong. Serta memupuk rasa cinta budaya dari sejak dini. Berdasarkan hasil penelitian tersebut bahwa nilai-nilai tarian caci dapat membimbing siswa sekolah dasar, lewat peran guru sebagai masyarakat dan juga sebagai pendidik. Dan implementasi dari nilai nilai tarian caci itu sendiri mampu mengembangkan mental siswa. Upaya yang di lakukan guru sejauh ini adalah melibatkan siswa dalam melakukan tarian caci itu sendiri misalnya lewat praktik dalam mata pelajaran 

Kata Kunci : NilaiTarian, Caci, Bimbingan Belajar</note>
<classification><![CDATA[862.06]]></classification><ministry><![CDATA[86206]]></ministry><studentID><![CDATA[1601140179]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20210729]]></identifier><departementID><![CDATA[pendidikan Guru Sekolah Dasar]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[862.06 NAS N]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="2325" url="" path="/86206-S1-1601140179-2021-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kecelakaan Lalu Lintas di Kabupaten Kupang Menggunakan Analisis Faktor]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Cover_skripsi_PGSD.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[1577]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2021-08-07 17:49:45]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2021-08-09 10:06:17]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>