<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="16017">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Strategi Pengembangan Objek Wisata Kampung Adat Bena (Studi Kasus Kampung Adat Bena, Desa Tiworiwu. Kabupaten Ngada)]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Catharina De Ricci Gu Wea</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>ALFRED OMRI ENA MAU</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Ajis Salim Adang Djaha</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Primus Lake</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Laurensius P. Sayrani</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Theny I. B. Kurniati Pah</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[kupang.,]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2023]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[6]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[XV / 138 hal]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Catharina de ricci gu wea, 2022. Strategi Pengembangan Objek Wisata Kampung Adat Bena (Studi Kasus Kampung Bena, Des Tiworiwu, Kabupaten Ngada).Dibimbing oleh Dr. Ajis S. Adang Djaha, M.Si, dan Alfred O. Ena Mau, S.Sos., M.Si. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan objek wisata kampong adat bena, desa tiworiwu, kabupaten ngada. Jenis dalam penelitian ini yaitu studi kasus dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Dengan informan sebanyak 12 orang. Sumber data yang diperoleh adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara, studi dokumen. Teknik analisis data adalah reduksi data, display data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengembangan Objek Wisata Kampung Adat Bena yang dilakukan masih belum maksimal dan strategi pengembangan yang dilakukan Dinas Pariwisata yaitu yang pertama, strategi organisasi Dinas Pariwisata Kabuapten Ngada dalam mengembangkanObjek Wisata Kampung Adat Bena yakni dengan menyediakan fasilitas pelayanan yang sesuai dan memadai. Untuk tujuan pengembangan objek wisata Bena sudah mampu menjawab kebutuhan masyarakat dalam peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Kedua, Strategi program Dinas Pariwisata Kabuapten Ngada dalam mengembangkan objek wisata kampong bena dengan melakukan peningkatan jumlah kunjungan wisata serta penguatan daya tarik. Upayah yang dilakukan yakni mengadakan event festival wolobobo 2022 yang mengangkat nilai budaya, mengadakan pelatihan untuk meningkatkan SDM, serta memperbaiki sarana/prasarana. Ketiga, Strategi pendukung sumber daya Dinas Pariwisata Kabupaten Ngada dalam pengembangan yakni dengan melakukan pengembangan akses sarana dan prasarana dan memberikan pelatihan sumber daya manusia untuk mengembangkan keterampilan. Keempat, strategi kelembagaan berkaitan dengan kedala yang dihadapi dalam pengembangan serta inovasi yang ada dalam pengembangan. Kendala dalam pengembangan objek wisata Kampung Bena masih kurangnnya akses sarana/prasarna yang ada di Kampung Bena, Kualitas SDM yang masih rendah juga menjadi salah satu kendala yang dihadapi dalam pengembangan, adapun hak kepemilikan tanah dan lahan yang tidak mendukung yang ada disekitar Kampung Bena, serta kendala lain yang dihadapi yakni kondisi lahan yang ada di sekitar Kampung Bena miring atau curam sehingga pemerintah harus berpikir kembali untuk melakukan pembangunan di sana. 
Kata kunci : Strategi, Pengembangan, Kampung Adat</note>
<classification><![CDATA[632.01]]></classification><ministry><![CDATA[63201]]></ministry><studentID><![CDATA[1903010027]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20230627]]></identifier><departementID><![CDATA[Ilmu Administrasi Negara]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[632.01 Wea S]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[COVER_SKRIPSI_ADM_NEGARA.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[16017]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-08-07 16:44:56]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-08-09 10:50:37]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>