<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="16272">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Perancangan Agrowisata Desa Tobu Kabupaten Timor Tengah Selatan Dengan Pendekatan Arsitektur Ekologi]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>DION DEVESTER NESS</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>SULIHA NINGSIH IMELDA NEONUFA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>I Gusti Ngurah W. Hardy</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Suliha Ningsih Imelda Neonufa</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Dr. I Gusti Ngurah W. Hardy, S.T.,M.Sc</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Ariency K. A. Manu, ST.,M.T</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2023]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[6]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xx + 116 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Desa Tobu terletak di Kabupaten Timor Tengah Selatan memiliki potensi alam dan budaya serta berbagai kegiatan pertanian sehingga dapat dikembangkan menjadi kawasan agrowisata. Permasalahan pada pengembangan agrowisata di desa Tobu adalah tidak tersedianya fasilitas penunjang sebagai kawasan agrowisata. Maka perlu adanya perancangan kawasan agrowisata dengan fasilitas yang berfokus pada pengembangan dan pelestarian tanaman pangan, sayuran, tanaman hortikultura, hasil tenun, serta pemanfaatan potensi lingkungan sekitar. Berkaitan dengan potensi di desa Tobu, maka perlu mempertahankan kelestarian alam dan meminimalisir kerusakan lingkungan, sehingga menjadi dasar penerapan arsitektur ekologi pada perancangan agrowisata desa Tobu. Metode perancangan ini diawali dengan pengumpulan data baik data primer dan data sekunder yang bertujuan untuk mendapatkan data dan informasi terkait perancangan. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dan dipilah menjadi satuan yang dikelola untuk menemukan konsep perancangan. Konsep perancangan ini menjadi panduan dalam merancang agar menghasilkan produk rancangan kawasan agrowisata yang sesuai dengan pendekatan arsitektur ekologi. Adapun prinsip arsitektur ekologi yang digunakan dalam perancangan ini antara lain menciptakan kawasan hijau sekitar bangunan dengan penempatan vegetasi sesuai peruntukan bangunan dan tidak mengubah kondisi eksisting. Penggunaan material alami seperti bambu, alang-alang yang diterapkan pada struktur dan konstruksi, dinding, atap dan fasad bangunan. Pemanfaatan energi terbarukan yaitu energi matahari dan air hujan. Matahari dimanfaatkan sebagai pencahayaan alami dan sumber energi listrik dengan penempatan solar panel pada area perkebunan. Pemanfaatan air hujan dengan pembuatan embung sebagai sumber cadangan air. Pemanfaatan penghawaan alami diterapkan pada bentukan bangunan melingkar dan atap berundak untuk menerima aliran udara dari segala arah serta penataan bangunan dibuat bersilang untuk memperlancar sirkulasi udara kebangunan. Hasil dari perancangan ini berupa masterplan yang didalamnya terdapat lahan pertanian dan fasilita-fasilitas seperti gedung penyimpanan, gedung produksi, gedung pengelola, gedung pemasaran dan tenun, gedung serbaguna, gedung MEP, penginapan, foodcourt area spot foto, dan gazebo yang mengakomodasi serta menunjang terciptanya sebuah kawasan agrowisata.
Kata kunci : Perancangan, Agrowisata, Arsitektur Ekologi</note>
<classification><![CDATA[232.01]]></classification><ministry><![CDATA[23201]]></ministry><studentID><![CDATA[1706090098]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20230324]]></identifier><departementID><![CDATA[Arsitektur]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[232.01 NES P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Arsitektur.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[16272]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-08-08 22:34:16]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-08-14 13:09:00]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>