<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="16340">
<titleInfo>
<title><![CDATA[NILAI YANG TERKANDUNG DALAM  SENI TARI GAWI BAGI  MASYARAKAT DESA HANGALANDE, KECAMATAN KOTABARU, KABUPATEN ENDE]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Novita Lawi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>HOTLIF ARKILAUS NOPE</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>LENNY SOFIA BIRE MANOE</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Blajan Konradus</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Hotlif Arkilaus Nope</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Lenny Sofia Bire Manoe</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2023]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[6]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xvi+93 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Penelitian ini berjudul “Nilai –nilai Yang Terkandung Dalam Seni Tari Gawi  Bagi  Masyrakat  Desa Hangalande,  Kecamatan  Kotabaru,  Kabupaten Ende”. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah nilai-nilai apa saja yang terkandung dalam seni tari Gawi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai yang terkandung dalam seni Tari Gawi. Penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data berupa obeservasi, wawancara, dan dokumentasi dan teknik analisis data adalah reduksi data, penyajian data, dan verivikasi. Hasil Penelitian ini adalah tari Gawi memiliki nilai-nilai yang dapat dilihat dari proses serta bentuk tari. Tari Gawi Mengandung  nilai-nilai: (1) Nilai relegius, karena sebelum melakukan tarian Gawi terdapar ritual adat seperti pati ka ata mata atau  embu mamo ( memberi makan kepada arwah para leluhur). (2) Nilai kebersamaan, karena setiap orang yang terlibat dalam kegiatan adat maupun kegiatan lainnya harus menyadari inti kebersamaan “ndawi lima mae bosu bowa to’o lei po mbana lei mbeja” yang artinya bangunlah kita serentak berjalanlah kita bersama-sama. (3) Nilai kesetaraan/ egaliter, karena didalam tarian Gawi siapa saja bisa ikut tanpa memandang profesi maupun kelas sosial dan juga jabatan dalam struktur kepemimpinan adat orang tersebut. (4) Nilai tanggung jawab, karena didalam tarian terdapat para penari yang bertugas untuk membangkitkan kembali semangat dari para penari yang telah lelah melakukan ritual adat hingga melakukan tarian Gawi  harus dibangkitkan kembali semangat mereka. (5) Nilai tata krama, karena pada saat melakukan tarian Gawi para peserta tarian yang terdiri dari kaum pria dan wanita terhindar dari hal-hal yang tida senonoh atau tidak sopan diantara para penari pria dan wanita. Adapun saran dari penulis yaitu (1) Dianjurkan kepada seluruh masyarakat Desa Hangalande maupun masyarakat Ende Lio lainnya  agar dapat mempertahankan tradisi adat dan juga tarian Gawi dengan tetap menjunjung tinggi nilai yang terkandung didalamnya serta mewariskannya  kepada anak-anak sehingga tradisi adat dan juga tarian Gawi tidak hilang begitu saja melainkan menjadi salah satu kebiasaan yang telah diwariskan secara turun temurun dari generasi-kegerasi lainnya. (2)  Perlu adanya  kesadaran dari  masyarakat Desa Hangalande akan  identitas yang disandang tarian Gawi sebagai tarian adat sehingga membutuhkan peranan masyarakat itu sendiri agar identitas tersebut tidak hilang dan dapat diketahui masyarakat.

Kata kunci: Nilai, Tarian Gawi, Masyarakat Desa Hangalande</note>
<classification><![CDATA[692.01]]></classification><ministry><![CDATA[69201]]></ministry><studentID><![CDATA[1803030055]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20230620]]></identifier><departementID><![CDATA[Sosiologi]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[692.01 Law N]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Cover_Skripsi_Sosiologi.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[16340]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-08-09 12:44:52]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-08-14 21:30:36]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>