<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="16362">
<titleInfo>
<title><![CDATA[MAKNA RITUAL SAI HA`I (STUDI SOSIOLOGIS DI DESA TOHE LETEN KECAMATAN RAIHAT KABUPATEN BELU)]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Oktovianus Untung Tae</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>HERMAN YOSEP UTANG</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Blajan Konradus</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Blajan Konradus</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Herman Yosep Utang</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Yermia Djefri Manafe</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2023]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[10]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[XVI + 80 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Penelitian ini berjudul “Makna Ritual Sai Ha’i”.(Studi sosiologis Di Desa Tohe Leten Kecamatan Raihat Kabupaten Belu). Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (a) bagaimana proses ritual Sai Ha`i pada masyarakat Belu khususnya di Desa Tohe Leten? (b)Apa makna ritual Sai Ha`i pada masyarakat Desa Tohe Leten?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses ritual sai ha`i pada masyarakat Belu khususnya di Desa Tohe Leten. Untuk mengetahui makna ritual sai ha`i pada masyarakat di Desa Tohe Leten. Metode yang digunakan dalam penelitian ini deskriptif kualitatif dengan lokasi penelitian di desa Tohe Leten serta penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini berfokus pada makna ritual sai hai. Informan pada penelitian ini berjumlah 10 orang informan yaitu atas dasar penelitian bahwa para informan mengetahui secara  baik permasalahan yang diteliti. Data yang diperoleh melalui obsevasi, wawancara dengan informan serta studi dokumentasi. Teori yang digunakan dalam analisis yaitu teori fungsionalisme kebudayaan menjelaskan unsur-unsur saling berhubungan dari cara tertentu, dan mengapa terjadi pola budaya tertentu atau setidak-tidaknya pola itu bertahan  sedangkan teori interaksi simbolik merupakan teori yang memiliki asumsi bahwa mausia membentuk makna melalui komunikasi.. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa makna yang terkandung dalam ritual sai Ha’I adalah makna religius, makna sosial dan makna budaya. Ketiga makna yang terkandung dalam ritual Sai Ha’i  adalah kekayaan dan learifan local yang belum dihayati secara sungguh-sungguh terutama oleh kaum muda di Desa Tohe Leten, karena mereka lebih tertarik dengan budaya modern yang dipengaruhi oleh Ilmu pengetahun dan teknologi. Peneliti menyarankan bagi tokoh adat, orang tua, terlebih kepada anak muda harus menanamkan rasa ingin tahu untuk belajar ritual yang ada di desanya sehingga ritual tersebut tidak tergerus atau hilang karena kemajuan IPTEK dan orang tua di desa Tohe Leten juga harus mengajarkan secara langsung ritual adat yang ada dan lebih mendorong anak untuk tidak malas tahu dengan budaya sendiri sehingga ritual yang ada tidak hilang dan tetap lestari kapanpun. 
Kata Kunci: Makna, Ritual, Sai Ha’i</note>
<classification><![CDATA[692.01]]></classification><ministry><![CDATA[69201]]></ministry><studentID><![CDATA[1603030105]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20230623]]></identifier><departementID><![CDATA[Sosiologi]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[692.01 Tae M]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Cover_Skripsi_Sosiologi.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[16362]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-08-09 14:36:46]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-08-15 08:26:20]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>