<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="16416">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Studi Kasus Tentang Langkanya Muti Terhadap Kelestarian Budaya Adat Perkawinan Masyarakat Naibenu Di Desa Sunsea Kecamatan Naibenu Kabupaten Timor Tengah Utara]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Gellbard Alberto Nono</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Leonard Lobo</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Fredik L. Kollo</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>LEONARD LOBO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>MARIA L BRIBIN</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Fredik L. Kollo</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2023]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[10]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xiii + 65 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan mengapa Muti menjadi langka di Desa Sunsea, mendeskripsikan mengenai digantinya Muti dengan uang tunai, apakah akan mengurangi nilai-nalai dari Muti itu sendiri atau tidak, dan mendeskripsikan tentang upaya masyarakat dalam melestarikan Muti.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu memperoleh datadata secara tertulis dan lisan dari orang-orang atau pelaku utama yang diamati. Data yang dikumpulkan baik data primer maupun sekunder yang telah diperoleh dari lapangan dalam bentuk kalimat yang jelas sehingga mudah dipahami. Penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Jumlah informan yang dipakai dalam penelitian ini berjumlah empat orang, yang mana para narasumber ini merupakan tokoh adat dan tokoh masyarakat di Desa Sunsea.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa langkanya Muti disebabkan oleh beberapa faktor yaitu: 1) faktor beredarnya uang kertas, 2) faktor kebutuhan, 3) faktor orang cina dan para tokoh adat yang tidak lagi bertapa, dan 4) faktor beredarnya Muti tiruan atau imitasi dari Muti asli. Karena Muti pada dasarnya adalah salah satu tradisi budaya warisan turun-temurun dari nenek moyang Masyarakat Naibenu di Desa Sunsea, maka ketika diganti dengan uang tunai tentu sangat mengurangi nilai-nilai dari Muti itu sendiri. Namun tidak dengan makna dari muti yaitu sebagai “pengikat” karena digantinya Muti dengan uang tunai atau sapi dilaksanakan berdasarkan kesepakatan bersama antara kedua belah pihak dari keluarga dan melalui beberapa pertimbangan. Digantinya Muti dengan uang tunai menyebabkan berkurangnya nilai sejarah atau history dan nilai ekonomis dari Muti. Kemudian upaya yang dilakukan Masyarakat Naibenu untuk melestarikan Muti yaitu dengan cara: 1) diwariskan kepada anak cucu atau keturunan, 2) disimpan pada rumah adat, dan 3) disimpan di rumah sendiri.</note>
<classification><![CDATA[872.05]]></classification><ministry><![CDATA[87205]]></ministry><studentID><![CDATA[1901070075]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20230615]]></identifier><departementID><![CDATA[Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[872.05 Ono S]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Cover_Skripsi_PPKN.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[16416]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-08-09 19:51:10]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-08-15 11:45:52]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>