<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="16501">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Pengaruh Perbedaan Kadar Salinitas Terhadap Daya Tetas Telur Tiram Mutiara (Pinctada maxima) di Teluk Kupang]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>WOLFHELMUS A. MANDONSA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>PRIYO SANTOSO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Yulianus Linggi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Ridwan Tobuku</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Priyo Santoso</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Yulianus Linggi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2023]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[10]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xv + 21 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Indonesia sebagai negara kepulauan dengan perairan yang luas dan sumber daya laut yang kaya, memiliki potensi besar dalam industri kerang mutiara. Tiram mutiara (Pinctad maxima) menjadi salah satu spesies laut yang menjadi primadona dengan nilai jual yang sangat potensial.Tiram mutiara biasanya hidup dengan cara menempel pada karang dengan kedalam berkisar antara 20-75 Meter, arus perairan yang tenang sangat dibutuhkan dalam budidaya tiram mutiara. Salinitas merupakan salah satu parameter fisika yang dapat mempengaharui kualitas air, salinitas sangat penting bagi kelangsungan organisme. Nilai salinitas sangat dipengaharui oleh suplai air tawar ke air laut, curah hujan, musim, topografi, pasang surut dan evaporasi..Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui salinitas yang optimal bagi penentasan dan pemeliharaan spat kerang mutiara  untuk meningkatkan produksi kerang mutiara. (Tomatala, 2011).
Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini dengan metode RAL (3 perlakuan dan 3 ulangan), yakni percobaan A salinitas 28 ppt, salinitas B 31 ppt, dan salinitas C 34 ppt, Induk yang digunakan dalam penelitian diambil dari PT. Timor Otsuki Mutiara (TOM) induk yang telah mencapai fase matang gonad. Penelitian ini dilaksanak an selama 1 minggu di PT. Timor Otsuki Mutiara (TOM).
Hasil ANOVA menunujukan bahwa perbedaan kadar salinitas tidak memberikan pengaruh nyata (P > 0,05) terhadap daya tetes telur tiram mutiara, Daya tetes telur tertinggi terdapat pada perlakuan B (salinitas 31 ppt) sebesar 66,10%, di ikuti perlakuan C ( salinitas 34 ppt) sebesar 65,75% dan perlakuan A (salinitas 28 ppt) yaitu 64,52%.persentase tertinggi pada salinitas 31 ppt diduga karena kondisi salinitas yang optimal yang bisa diterima telur tiram mutiara untuk berkembang hingga proses penetasan, Kesimpulan dari peneletian ini adalah salinitas yang berbeda tidak berpengaruh nyata terhadap daya tetes telur, salinitas 28-34 ppt dapat menghasilkan daya tetes telur.
 Kata Kunci : Tiram mutiara (Pinctad maxima) Salinitas, Daya Tetes Telur</note>
<classification><![CDATA[542.43]]></classification><ministry><![CDATA[54243]]></ministry><studentID><![CDATA[1613010084]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20230616]]></identifier><departementID><![CDATA[Budidaya Perairan]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[542.43 MAN P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[cover-skripsi-bud-perairan_1.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[16501]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-08-10 14:51:24]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-08-15 08:37:03]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>