<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="16528">
<titleInfo>
<title><![CDATA[PERAN LEMBAGA AGAMA TERHADAP UPAYA PENYADARAN WARGA BINAAN PEREMPUAN (Studi Kasus Lapas Perempuan Kelas II B Kupang)]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Siti Safirah Pasu</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>HOTLIF ARKILAUS NOPE</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Aelshtri Ndandara</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Susana C L Pellu</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Hotlif Arkilaus Nope</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Aelshtri Ndandara</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2023]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[10]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[XVIII + 58 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Latar belakang dari penelitian ini adalah bagaimana peran lembaga agama terhadap upaya peyadaran warga binaan perempuan. Berdasarkan pendahuluan diatas maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana peran lembaga agama terhadap upaya penyadaran warga binaan perempuan di Lapas kelas II B Kupang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganilisis bagaimana peran lembaga agama terhadap upaya penyadaran warga binaan perempuan di Lapas kelas II B Kupang. Penelitian ini menggunakan teori peran. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitiatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dengan menggunakan metode studi kasus. Informan dalam penelitian ini berjumlah 11 orang yang terdiri dari 1 orang Pengurus Lapas, 1 orang Pendeta dan 9 orang warga binaan. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualittif. Berdasarkan hasil penelitian didapati peran lembaga agama terhadap upaya penyadaran warga binaan yaitu dengan melakukan kerja sama dengan Lapas, melakukan kegiatan konseling, melakukan ibadah bersama, dan melakukan kegiatan pemahaman kitab suci dan pengajian. Melalui penelitan yang telah dilakukan peneliti menarik kesimpulan bahwa bahwa lembaga agama melakukan konseling agar menegetahui bagaimana warga binaan  melakukan  tindakan yang tercela atau melakukan kejahatan. Peneliti juga menyarankan Saran untuk 1). Lembaga agama di lapas perempuan kelas II B kupang agar lebih komuikatif dengan petugas lapas agar dapat berbagi pesan serta membahas tentang wargabinaan perempuan sehingga mereka bias berperilaku yag menunjukan kepercayaan diri dan kemampuan untuk mengungkap diri secara jelas.tanpa merugikan orang lain, 2). Saran bagi tokoh masyarakat, di harap kan lebih mensosialisasikan nilai nilai agama yang adil terkait tata cara berperilaku, 3). Saran pemerintah di harapkan dapat menagadakan program sosialisasi secara lebih intens melalui berbagai macam organisasi, media media, pemerintah swata maupun lembaga pemerintah lainnya dengan tetap memeperhatikan nilai dan norma dalam setiap masyarakat.
Kata Kunci : Peran, Lembaga Agama, Upaya Penyadaran, Warga Binaan, Perempuan</note>
<classification><![CDATA[692.01]]></classification><ministry><![CDATA[69201]]></ministry><studentID><![CDATA[1603030093]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20230621]]></identifier><departementID><![CDATA[Sosiologi]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[692.01 Pas P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Cover_Skripsi_Sosiologi.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[16528]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-08-10 17:40:29]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-08-15 20:10:54]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>