<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="16609">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Pengaturan  Kewenangan  Pemerintah  Dalam  Mengharmonisasikan  Rancangan  Peraturan Daerah Sebagai  Upaya  Menciptakan Produk Legislasi Yang  Berkepastian Hukum]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>OKTAVIANUS DEI DORI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>SARYONO YOHANES</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>HERNIMUS RATU UDJU</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Saryono Yohanes</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Rafael R Tupen</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Hernimus Ratu Udju</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2023]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[10]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xiv + 112 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Pengaturan kewenangan pemerintah dalam mengharmonisasikan Rancangan Peraturan Daerah seringkali mengalami permasalahan yang diakibatkan oleh perbedaan parameter pelaksanaan kewenangan dan kurang memadainya instrument hukum dalam melaksanakan dan mengontrol proses pengharmonisasian dalam pembentukan Rancangan Peraturan Daerah hal ini akan menciderai asas kepastian hukum. Masalah pokok dalam penelitian ini yaitu: (1) Bagaimanakah pengaturan  kewenangan pemerintah dalam mengharmonisasikan Rancangan Peraturan Daerah? (2) Apakah dampak pengaturan kewenangan pemerintah dalam mengharmonisasikan Rancangan Peraturan Daerah? 
Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif dengan menggunakan data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder yang dikumpulkan melalui penelitian kepustakaan berupa buku-buku, undang-undang, jurnal hukum, artikel terkait penelitian dan beberapa dari situs-situs internet dan sumber bacaan lain. Bahan hukum yang dikumpulkan dianalisis secara yuridis kualitatif dengan menggunakan pendekatan konseptual (Conseptual Approach) dan Pendekatan perundang-undangan (Statute Approach) berdasarkan teori-teori, konsep hukum maupun asas hukum yang relevan dengan permasalahan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Pengaturan kewenangan pemerintah dalam mengharmonisasikan  Rancangan Peraturan Daerah melalui Mendagri dan Kemenkumham belum mampu  memberikan kejelasan parameter pelaksanaan kewenangannya yang cenderung melahirkan perbedaan penafsiran terhadap objek yang menjadi materi muatan Peraturan Daerah. (2) Dampak Pengaturan kewenangan pemerintah  dalam mengharmonisasikan Rancangan Peraturan Daerah saat ini yang belum mampu mengakomodasi  jaminan terhadap kepastian hukum dapat dilihat dari regulasi yang melegitimasi pelaksanaan kewenangan tersebut belum optimal dalam  melaksanakan dan mengontrol pelaksanaan harmonisasi Rancangan Peraturan Daerah baik secara formil, materil maupun adminstratif dalam proses pembentukan Peraturan Daerah.

Kata Kunci: Pengaturan, Kewenangan Pemerintah, Dampak, Mengharmonisasikan, Rancangan Peraturan Daerah, Kepastian Hukum</note>
<classification><![CDATA[742.01]]></classification><ministry><![CDATA[74101]]></ministry><studentID><![CDATA[1902010212]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20230519]]></identifier><departementID><![CDATA[Ilmu Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[742.01 DOR P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[bag-tata-negara.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[16609]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-08-11 13:58:37]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-08-16 12:57:35]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>