<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="16628">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Perancangan Pusat Pelatihan Dan Pengembangan Atlet Pencak Silat Perisai Diri Di Kabupaten Ngada]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>INDRILIANI DILDA FONTAINO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>YOHANES WILHELMUS DOMINIKUS KAPILAWI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Debri A. Amabi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Yohanes Wilhelmus Dominikus Kapilawi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Aplimon Jerobisonif</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Debri A. Amabi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2023]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[6]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xvi + 166 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki olahraga belah diri pencak silat yang telah berkembang sejak abad ke – 7 Masehi sampai saat ini. Salah satu provinsi di Indonesia yaitu Nusa Tenggara Timur tengah mengalami perkembangan seni bela diri dengan cukup baik. Ini dikarenakan perguruan pencak silat salah satunya perguruan Perisai Diri memiliki peminat yang cukup banyak terkhususnya di Kabupaten Ngada yang telah memiliki beberapa cabang dan telah tersebar di seluruh Kabupatennya dengan jumlah anggota yang bervariasi dan prestasi yang menjanjikan. Perkembangan pencak silat serta prestasi yang didapatkan oleh perguruan pencak silat Perisai Diri di Kabupaten Ngada tidak sejalan dengan perkembangan fasilitas – fasilitas pendukung kegiatan pelatihan. Hal ini dilihat dari kegiatan pelatihan yang selalu dilakukan di tempat atau lokasi yang tidak resmi juga tidak menentu, sehingga sering terjadi kendala dalam proses pelatihan. Latar belakang ini yang kemudian menjadi langkah awal dalam merancang Pusat Pelatihan dan Pengembangan Atlet Pencak Silat Perisai Diri di Kabupaten Ngada.
Perancangan Pusat Pelatihan dan Pengembangan Atlet Pencak Silat Perisai Diri di Kabupaten Ngada ini menerapkan prinsip dari arsitektur neo vernakular dengan fokus utamanya menciptakan bangunan yang dapat mewadahi semua kegiatan pelatihan pencak silat Perisai Diri dan juga untuk memberikan karakter arsitektur yang lebih modern tanpa harus menghilangkan beridentitas dari budaya Ngada.
Hasil dari perancangan ini berupa Pusat Pelatihan dan Pengembangan Atlet Pencak Silat Perisai Diri di Kabupaten Ngada dengan fasilitasnya meliputi fasilitas pelatihan dan pengembangan, fasilitas pertandingan, dan fasilitas asrama atau wisma atlet. Merancang tata site, ruang dan bangunan yang tanggap terhadap budaya setempat dengan desain yang memfokuskan pada karakteristik arsitektur neo vernakular.

Kata kunci : Silat Perisai Diri, Arsitektur Neo Vernakular</note>
<classification><![CDATA[232.01]]></classification><ministry><![CDATA[23201]]></ministry><studentID><![CDATA[1706090039]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20230321]]></identifier><departementID><![CDATA[Arsitektur]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[232.01 FON P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Arsitektur.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[16628]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-08-11 15:07:13]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-08-14 14:43:01]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>