<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="16747">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Penjaringan dan Seleksi Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) Asal Rizosfer Jeruk Keprok Soe pada Beberapa Tanaman Inang]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Maria Virginia Larasati Corebima</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>PETERS O BAKO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Lily F. Ishaq M. Phil</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Peters O Bako</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Lily Fauziah Ishaq</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Yoke Ivonny Benggu</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2023]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[SKRIPSI]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[10]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xvii + 92 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Penelitian ini telah dilaksanakan di Laboratorium Fisika Tanah, Laboratorium Kimia Tanah dan Laboratorium Hama Tumbuhan Fakultas Pertanian, Universitas Nusa Cendana yang berlangsung dari bulan Mei 2022 sampai dengan Maret 2023. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sporulasi FMA yang berasal dari rizosfer jeruk keprok Soe dari 12 lokasi pengambilan sampel pada tiga jenis inang yang berbeda serta untuk mendapatkan jenis spora dengan tingkat sporulasi yang terbaik. Tiga tanaman inang ditanam dalam kultur pot yang mengandung pasir steril dan propagul dalam tiga unit terpisah. Unit pertama yaitu tanaman inang jagung (Z. mays L.) (A), unit kedua yaitu tanaman inang sorgum (S. bicolor L.) (B), dan unit ketiga yaitu tanaman inang kudzu (P. javanica) (C). Perlakukan yang diuji pada masing-masing unit yaitu sumber propagul dari 12 lokasi pengambilan sampel yaitu Desa Tunua 1 (1), Desa Tunua 2 (2), Desa Tunua 3 (3), Desa Ajaobaki 1 (4), Desa Ajaobaki 2 (5),  Desa Ajaobaki 3 (6), Desa Nusa 1 (7), Desa Nusa 2 (8), Desa Tubuhue (9), Desa Oenali (10), Desa Kesetnana (11) dan Desa Buat (12). Perlakuan diulang sebanyak 2 kali sehingga diperoleh 72 unit percobaan. Data hasil pengamatan dianalisis dengan sidik ragam dan Uji lanjut DMRT pada α 0,05. Parameter yang diamati adalah kepadatan spora per 100g tanah, jenis spora, dan tingkat kolonisasi FMA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi sumber propagul berpengaruh nyata terhadap kepadatan spora, tingkat kolonisasi, maupun jenis spora FMA. Kepadatan spora dan kolonisasi FMA berbeda pada tiap jenis inang, dimana lokasi sumber propagul yang memiliki tingkat kepadatan spora FMA tertinggi adalah lokasi 6 (968,5 spora/100g tanah) untuk tanaman jagung (Z. mays L.), lokasi 12 (1718,0 spora/100g tanah) untuk tanaman sorgum (S. bicolor L.), dan lokasi 3 (404,5 spora/100g tanah) untuk tanaman kudzu. Sedangkan lokasi yang memiliki tingkat kolonisasi FMA tertinggi adalah lokasi 6 (89,58%) untuk tanaman jagung, lokasi 11 (83,49%) untuk tanaman sorgum, lokasi 12 (85,08%) untuk tanaman kudzu. Tipe spora FMA yang memiliki kemampuan sporulasi terbaik adalah tipe spora berwarna kuning dan putih.
Kata kunci: Jeruk Keprok Soe, Lokasi Asal Propagul, Jagung, Sorgum, Kudzu</note>
<classification><![CDATA[542.11]]></classification><ministry><![CDATA[54211]]></ministry><studentID><![CDATA[1904060081]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20230626]]></identifier><departementID><![CDATA[Agroteknologi]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[542.11 Cor P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Skripsi_Agrotek.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[16747]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-08-12 20:23:31]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-08-16 09:26:34]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>