<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="17417">
<titleInfo>
<title><![CDATA[IDENTIFIKASI SUB DAS RAWAN BANJIR DI DAS AESESA PADA WILAYAH SUNGAI FLORES  DENGAN METODE CENDANA]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Yokti Ananda</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>DENIK SRI KRISNAYANTI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>DANTJE ARIE TRESNA SINA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Wilhelmus Bunganaen</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Denik Sri Krisnayanti</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Dantje Arie Tresna Sina</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2023]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[10]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[XV + 239 Hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>DAS Aesesa merupakan Derah Aliran Sungai (DAS) terbesar yang berada di Wilayah Sungai (WS) Flores yang terletak di daerah Kabupaten Ngada dan Kabupaten Nagekeo, dengan luas DAS sebesar 1.169,24 km 2 dan panjang sungai utama sepanjang 66,92 km. DAS Aesesa terdiri dari 13 sub DAS  dengan bentuk yang bervariasi, sehingga DAS Aesesa memiliki karakteristik yang kompleks. Hal ini membuat DAS Aesesa berpotensi rawan banjir. Tujuan dari Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi rawan banjir dari sub DAS yang ada pada DAS Aesesa dengan menggunakan metode CENDANA. Data yang digunakan meliputi  data morfometri DAS, data curah hujan harian maksimum tahunan pada musim penghujan periode (2010 – 2022), dan peta penggunaan lahan. Dalam penggunaan metode CENDANA input parameter yang diperhitungkan yaitu : luas DAS (A), panjang sungai utama (L), hujan harian maksimum Tahunan (HHMT), bentuk DAS, kerapatan sungai (D), kemiringan sungai (s), nilai α Nakayasu, kekasaran saluran (n), nilai curve number (CN), dan tutupan lahan. Kemudian dari perhitungan data  tersebut akan dilakukan pembobotan nilai untuk mengidentifikasi kerawanan banjir. Hasil penelitian menunjukan untuk indikator HHMT pada DAS Aesesa memiliki tren yang mengalami kenaikan intensitas setiap tahunnya. Tutupan lahan dari 13 sub DAS yang ada yang paling memdominasi adalah semak belukar dan savana, terutama pada sub DAS Aesesa tingkat 3, Ae Manu, dan Wae Wulubara yang menutupi hingga 80% dari luasan sub DAS. Untuk indikator CN dari 13 sub DAS yang ada memiliki range dari 76.00 – 80.00 dengan permeabilitas rata - rata berada dikelas rendah atau HSG berada dikelas D. Kemudian untuk hasil pembobotan dari 13 sub DAS yang ada pada DAS Aesesa rata – rata berada dikategori kelas tinggi dengan range nilai 2,30-2,70. Dari hasil ini diharapkan upaya – upaya mitigasi dan penyesuaian bisa dilakukan terutama pada 3 sub DAS yang sudah terkategori sangat tinggi untuk mengurangi besarnya kerugian akibat banjir.</note>
<classification><![CDATA[222.01]]></classification><ministry><![CDATA[22201]]></ministry><studentID><![CDATA[1806010053]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20230620]]></identifier><departementID><![CDATA[Teknik Sipil]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[222.01 Ana I]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Cover_skripsi_teknik_sipil.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[17417]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-08-14 18:07:06]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-08-17 11:09:25]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>