<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="17496">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Studi Kerusakan Hutan Mangrove Di Desa Lewolaga, Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Dominikus Vorel Friski Beribe</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>ASTIN ELISE MAU</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>L. Michael Riwu Kaho</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Astin Elise Mau</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Pamona S. Sinaga</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Michael Riwu Kaho</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2023]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[10]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xi + 72 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Hutan Mangrove merupakan hutan yang tumbuh disepanjang pantai yang sangat besar manfaatnya. Namun kondisi Mangrove baik secara kualitatif dan kuantitatif terus menurun dari tahun ke tahun yang menyebabkan hutan Mangrove di Indonesia mengalami kerusakan. Salah satunya seperti yang terjadi pada Hutan Mangrove di Desa Lewolaga, Kecamatan Titehena yang cenderung mengalami pengurangan luas karena banyak dialihfungsikan menjadi permukiman, menjadi tambatan perahu, dan penebangan oleh masyarakat untuk berbagai kepentingan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk kerusakan yang terjadi dan tingkat keanekaragaman vegetasi jenis Mangrove sebagai bukti adanya kerusakan Hutan di Desa Lewolaga, Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini berlangsung selama satu bulan yaitu pada bulan September 2022 di Desa Lewolaga, Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores Timur. Responden yang diwawancarai berjumlah 7 orang yang diperoleh menggunakan metode non probability sampling, yaitu snowball sampling dan dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dan analisis vegetasi dengan intensitas sampling 10% dan  luas areal hutan mangrove 5,89 Ha.
Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) bentuk-bentuk kerusakan hutan Mangrove di Desa Lewolaga disebabkan oleh aktivitas manusia yaitu antara lain (a) pembuatan tambatan perahu dan daerah lintasan perahu yang dilakukan dengan cara membuka lahan, (b) kegiatan tambak garam dan tambak ikan, (c) pemanfaatan Mangrove untuk pembuatan turo, (d) pada saat musim kemarau, masyarakat di Desa Lewolaga memanfaatkan Mangrove dengan cara memotong daun Mangrove untuk dijadikan makanan kambing, dan lain-lain. 2) indeks keanekaragaman jenis tergolong sedang dengan nilai H’ pada tingkat semai 1,15, pada tingkat pancang 1,17, pada tingkat tiang 1,24 dan pada tingkat pohon 1,19. Sedangnya keanekaragaman jenis pada semua tingkatan mengindikasikan adanya gangguan dan tekanan oleh faktor luar yang menyebabkan kerusakan pada vegetasi hutan Mangrove.

Kata Kunci: Kerusakan, Hutan Mangrove, Tingkat Keanekaragaman</note>
<classification><![CDATA[542.51]]></classification><ministry><![CDATA[54251]]></ministry><studentID><![CDATA[1804070047]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20230627]]></identifier><departementID><![CDATA[Kehutanan]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[542.51 BER S]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[prodi-kehutanan.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[17496]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-08-15 06:15:02]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-08-17 14:43:06]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>