<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="17591">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Tinjuan Yuridis Terhadap Hak Imunitas Advokat dalam Melaksanakan Profesinya sebagai Penegak Hukum di Indonesia]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>GILBERT WILLIAM</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>ROSALIND ANGEL FANGGI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Heryanto Amalo</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Rosalind Angel Fanggi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Debi F. Ng. Fallo</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2023]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[10]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xiii + 61 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Undang-undang Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2003 tentang Advokad dalam pasal  1 angka 1 disebutkan bahwa Advokad adalah orang yang berprofesi memberi jasa hukum, baik di dalam maupun di luar pengadilan yang memenuhi persyaratan berdasarkan ketentuan undang-undang ini. Peran advokad sebagai aparat penegak hukum juga memiliki hak imunitas. Hak imunitas adalah hak yang diberikan kepada advokad untuk tidak dapat dituntut baik secara perdata dan pidana dalam menjalankan tugas profesinya dengan itikad baik untuk kepentingan pembelaan klien dalam sidang pengadilan. Faktanya, tidak sedikit advokad dalam menjalankan profesinya terjerat masalah hukum seperti yang terjadi pada Ali Antonius.Rumusan masalah dalam Penelitian ini adalah: (1) Bagaimanakah implementasi hak imunitas advokad dalam melaksanakan profesinya sebagai penegak hukum di Indonesia?  (2) Bagaimanakah  hambatan pelaksanaan hak imunitas advokad dalam melaksanakan profesinya sebagai penegak hukum di Indonesia?
Penelitian ini adalah penelitian yuridis normatif, bahan hukum sekunder diperoleh dari penelitian kepustakaan, analisis data memakai metode deskriptif kualitatif. Jenis pendekatan yang digunakan dalam penulisan ini adalah menggunakan pendekatan perundang-undangan
Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Implementasi hak imunitas advokad di Indonesia masih belum berjalan sebagaimana yang diatur dalam perundang-undangan. Harus perlu diciptakan terobosan sebagai alternatif pertanggungjawaban advokad demi terciptanya kepastian hukum dan keadilan dalam masyarakat. (2) Hambatan yang dialami oleh advokad dalam implementasi hal imunitasnya adalah karena sebagain besar penegak hukum yang lain serta masyarakat tidak memahami atau mengetahui mengenai adanya hak imunitas advokad. Masyarakat Indonesia diharapkan untuk memahami profesi advokad ketika membela kliennya. Penegak hukum lainnya diharapkan memahami bahwa advokad mempunyai hak imunitas yang dapat diakomodir dalam sistem peradilan di Indonesia. Juga bagi advokad sendiri dapat mematuhi kode etik profesi advokad serta peraturan perundang-undangan yang berlaku. 

Kata Kunci: Implementasi, Hak Imunitas, Hambatan</note>
<classification><![CDATA[742.01]]></classification><ministry><![CDATA[74101]]></ministry><studentID><![CDATA[1702010240]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20230622]]></identifier><departementID><![CDATA[Ilmu Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[742.01 WIL T]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[skripsi-bag-huk-pidana.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[17591]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-08-15 17:00:36]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-08-18 10:23:44]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>