<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="17593">
<titleInfo>
<title><![CDATA[PENEGAKAN HAK ASASI MANUSIA DALAM KONFLIK ETNIS UIGHUR DAN PEMERINTAH CHINA]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Yohanes Soga Watowai</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>ELISABETH NIRMALA SARI TUKAN</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Jeffry A. Ch. Likadja</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Victor Eben Sabuna</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>DR. JEFFRY A. CH. LIKADJA, S.H., M.H</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Elisabeth N.S.B. Tukan</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2023]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[9]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[individu penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[XIII + 54 Hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>HAM adalah suatu hak yang ada dan melekat pada martabat setiap manusia yang telah dibawa sejak manusia lahir ke dunia dan hak tersebut memiliki sifat yang kodrati. Uighur merupakan salah satu suku minoritas yang resmi dan ada di RepublikRakyat China (RRC), di mana etnis Uighur sendiri merupakan keturunan dari suku kuno yang telah tersebar di Asia Tengah. Masyarakat etnis Uighur mengalami berbagai bentuk pelanggaran Hak Asasi Manusia sampai saat ini, bentuk pelanggaran HAM yang diterima oleh masyarakat etnis Uighur berupa siksaan dan paksaan untuk tidak lagi memeluk agama Islam dan mereka diasingkan bahkan hingga ditembak sampai tewas, yang pada akhirnya atas tindakan yang telah dilakukan oleh pemerintah Xinjiang tersebut menimbulkan banyak korban baik itu dari anak - anak dan dewasa. Rumusan masalah penelitian ini adalah Bagaimanakah Penegakan Hak Asasi Manusia dalam Konflik antara Etnis Uighur dan Pemerintah China. Jenis penelitian yang dipakai adalah penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan peraturan  (statute  approach), Pendekatan konseptual (conceptual  approach) dan Pendekatan historis (historical  approach) dengan jenis data yang digunakan adalah bahan pustaka atau data sekunder, menggunakan teknik pengumpulan data adalah teknik pustaka (library search) yang dianalisis secara deskriptif.  Hasil penelitian menunjukan bahwa Semenjak wilayah Xinjiang diambil ahli oleh Komunis, kaum etnis Muslim Uighur banyak mengalami pelanggaran HAM berupa penahanan, perampasan kemerdekaan, penghilangan paksa, penyiksaan, dan pembunuhan terhadap mereka. Pembantaian massal juga dilakukan oleh pemerintah China kepada kaum muslim Uighur yang ada di Xinjiang yang mengakibatkan kurang lebih seratus enam puluh muslim uighur meninggal dunia, ratusan lainya dari etnis tersebut mengalami luka-luka dan sebagian lainya ditangkap. Jutaan muslim Uighur ditahan dipusat penahanan Xinjiang yang merupakan bagian paling barat dari China. Hal ini jelas melanggar hukum internasional khususnya deklarasi universal hak asasi manusia dan statuta Roma 1998 tentang kejahatan kemanusiaan dan genosida. Kondisi sistem peradilan nasional China yang tidak mampu berfungsi secara optimal dalam menyelesaikan kasus Etnis Uighur sekaligus mengadili pelaku pelanggaran HAM berat terhadap Etnis Uighur menjadi salah satu bukti pemenuhan indikator ketidakmampuan negara (unable) dan kasus Etnis Uighur tersebut bukanlah menjadi agenda utama pemerintah China (unwilling). Pemerintah Xinjiang, China hendaknya segera menghentikan kekerasan yang terjadi pada Etnis Uighur karena tindakan yang dilakukan telah melanggar prinsip perdamaian dan keamanan dunia. Negara-negara Peratifikasi Statuta Roma 1998 harus melaporkan China ke Mahkama Pidana Internasional yaitu ICC sehingga China bisa diadili.
Kata Kunci: Hak Asasi Manusia, Etnis Uighur, Pemerintah China</note>
<classification><![CDATA[742.01]]></classification><ministry><![CDATA[74101]]></ministry><studentID><![CDATA[1702010536]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20230627]]></identifier><departementID><![CDATA[ILMU HUKUM]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[742.01 Wat P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[17593]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-08-15 17:15:35]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-08-18 10:04:50]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>