<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="17719">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Penerapan Klausul Eksonerasi dalam Perlindungan Konsumen Ditinjau dari Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen di Desa Bena, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>MELATI BELANTIKA ATAUPAH</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>SITI RAMLAH USMAN</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>YOSSIE MARIA YULIANTY YACOB</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Helsina Fransiska Pello</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2023]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[2]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xiii+57 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Penerapan klausul oleh pelaku usaha melawan beberapa hak konsumen yaitu kenyamanan dan keselamatan dalam mengkonsumsi harang dan atau jasa serta mendapatkan kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian apabila barang dan/atau jasa yang diterima tidak sesuai Rumusan masalah penelitian ini yaitu: (1) Bagaimanakah penerapan klausul eksonerasi sebagai perbuatan yang dilarang dalam perlindungan konsumen ditinjau dari Undang-undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen di Desa Bena? (2) Apakah faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan klausul eksonerasi dalam perlindungan konsumen di Desa Bena? Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui penerapan klausul eksonerasi sebagai perbuatan yang dilarang dalam perlindungan konsumen di Desa Bena, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan, dan (2) Untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi penerapan klausul cksonerasi di Desa Bena, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian yuridis/empiris. Penelitian ini menggunakan wawancara terhadap 40 responden. Data dianalisis secara deskriptif- kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) penerapan klausul cksoncrasi terjadi kepada usaha yang konsumennya tak terbatas dan tidak bisa dikontrol dalam hal ini usaha warung dan kios jenis campuran sedangkan penerapan klausul mi terhadap jenis usaha pelayanan jasa yang konsumennya terbatas sehingga sangat jarang terjadi penerapan klausul eksonerasi dalam kehidupan sehari-hari hal ini dipengaruhi oleh (2) faktor-faktor yang ada seperti kurangnya edukasi dari Disperindag Kabupaten Timor Tengah Selatan selaku pemerintah, sehingga secara tidak sadar, klausul ini telah diterapkan oleh pelaku usaha terhadap konsumen serta kurangnya literasi mandiri dari konsumen tentang klausul eksonerasi

Kesimpulan dalam penulisan ini adalah. (1) penerapan klausul eksonerasi sebagai perbuatan yang dilarang dalam perlindungan konsumen di Desa Bena belum diimplementasikan secara baik oleh setiap pelaku usaha (2) adanya sosialisasi yang diberikan kepada konsumen dan pelaku usaha sehingga apabila masih ada produk yang tidak layak segera digantikan dengan yang lebih baik.

Saran penulis (1) setiap pelaku usaha makin teliti dalam memperjual-belikan produknya (2) setiap konsumen tetap teliti, membaca dan memeriksa produk sebelum membeli (3) kepada pemerintah tetap melaksanakan tugas pokok akan tetapi lebih ketat pengawasan.

Kata Kunci: Penerapan, Klausul, Eksonerasi, Faktor Pengaruh, Perlindungan, Konsumen, Pelaku Usaha.</note>
<classification><![CDATA[741.01]]></classification><ministry><![CDATA[74201]]></ministry><studentID><![CDATA[1902010059]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20230609]]></identifier><departementID><![CDATA[Ilmu Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[0]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[741.01 Ata P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="21433" url="" path="/74101-S1-1902010059-2023-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Penerapan Klausul Eksonerasi dalam Perlindungan Konsumen Ditinjau dari Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen di Desa Bena, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Bag_Huk_Perdata.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[17719]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-08-16 11:28:01]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-08-16 11:28:01]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>