<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="17798">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Penggunaan Hukuman (Corporal Punishment) Pada Anak Di Lingkungan Sekolah Dalam Prespektif Hukum Pidana Indonesia]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>JEIN RIVANDI PANDIE</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>THELMA S M KADJA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>ORPA GANEFO MANUAIN</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Thelma S M Kadja</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Orpa Ganefo Manuain</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Rosalind Angel Fanggi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2023]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[10]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xiv + 63 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Hukuman disiplin (corporal punishment) dalam lingkungan sekolah adalah suatu hukuman disiplin berupa hukuman fisik yang diberlakukan dalam lingkungan sekolah. Di mana tujuan dari hukuman fisik ini untuk memberikan efek jera bagi murid-murid yang melakukan pelanggaran dan memiliki tujuan untuk mendidik. Namun seiring berjalannya waktu hukuman disiplin ini dianggap sebagai suatu tindakan kekerasan. Sebagaiamana diatur dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana dan Undang-undang Perlindungan Anak membuat para Guru menjadi bimbang dalam memberikan hukuman fisik sebagai perwujudan untuk mendisiplinan murid. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimanakah gambaran umum pendidikan dan kaitannya Dengan Corporal punishment? (2) Apakah pemberian hukuman disiplin (corporal punishment) merupakan perbuatan pidana yang dapat dipidanakan?
Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif yang berfungsi untuk meneliti kaidah-kaidah atau norma-norma yang berkaitan dengan penggunaan hukuman disiplin (corporal punishment) dalam Lingkungan sekolah. Teknik pengumpulan bahan hukum menggunakakan studi kepustakan.
Hasil penelitian ini menunjukan: (1) Pilihan hukuman dalam mendidik anak sangat beragam dan hukuman fisik masih menjadi pilihan untuk diterapkan dalam dunia pendidikan karena dinilai efektif dalam mengatur perilaku murid. (2) Corporal punishment memang dikategorikan sebagai tindak pidana namun tidak semua bentuk corporal punishment dapat dipidanakan. Ada sebab-sebab sebagai dasar perbuatan ini tidak dipidanakan yaitu alasan-alasan yang tidak dapat dipertanggung jawabkan yakni alasan pembenar, alasan pemaaf, alasan penghapus penuntutan, pendapat dalam Hukum Pidana mengenai dasar-dasar yang meniadakan hukuman yang tidak diatur dalam Undang-undang serta asas-asas yang menjadi alasan pemaaf yakni asas Tuchrect.

Kata kunci: gambaran umum Pendidikan, corporal punishment, bentuk tindak pidana.</note>
<classification><![CDATA[742.01]]></classification><ministry><![CDATA[74101]]></ministry><studentID><![CDATA[1602010202]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20230627]]></identifier><departementID><![CDATA[Ilmu Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[742.01 PAN P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[skripsi-bag-huk-pidana.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[17798]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-08-17 09:49:20]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-08-19 09:25:28]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>