<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="18024">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Studi Pemeliharaan Lobster Mutiara (Panulirus ornatus) Di Perairan Mulut Seribu, Desa Daiama, Kecamatan Landu Leko, Kabupaten Rote Ndao]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>MARIA HELENA NEMUNG</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Yulianus Linggi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>FRANCHY CH. LIUFETO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Yulianus Linggi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>FRANCHY CH. LIUFETO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>WESLY PASARIBU</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2023]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[10]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xiv + 37 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Sektor perikanan Indonesia yang menjadi bagian dari pembangunan perikanan merupakan salah satu sumber pertumbuhan ekonomi, meningkatkan prospek pasar, baik dalam negeri maupun di internasional yang cukup baik. Ketersediaan benih lobster yang berlimpah di alam dapat di kelola melalui teknologi budidaya pembesaran yang baik, sehingga dapat memberikan nilai tambah yang jauh lebih besar bagi perekonomian masyarakat pesisir di bandingkan hanya penjualan benih hasil tangkapan. Salah satu kabupaten yang ada di Rote Ndao yang memiliki potensi yang besar untuk dibudidaya lobster mutira (Panulirus ornatus) yaitu di Perairan Mulut Seribu. Lobster Mutiara (Panulirus ornatus) merupakan salah satu komoditas perikanan ekspor Indonesia yang bernilai jual tinggi.Setiap tahun permintaan akan lobster di dunia meningkat. Usaha budidaya lobster mutiara (Panulirus ornatus) dengan sistem keramba jaring apung di Propinsi NTT belum dilakukan secara komersil namun beberapa pengusaha sudah mulai menangkar lobster sebelum di jual. Salah satu usaha seperti itu telah dilakukan di Perairan Mulut Seribu sejak tahun 2021. Kondisi alam yang sangat mendukung menyebabkan Perairan Mulut Seribu menjadi pilihan untuk lokasi kegiatan budidaya sistem KJA. Faktor yang harus diperhatikan pada budidaya Keramba Jaring Apung (KJA) yaitu kualitas perairan dan pakan untuk pertumbuhan lobster. Kualitas air merupakan salah satu faktor yang harus di perhatikan dalam menentukan indikator lingkungan untuk menentukan apakah apakah kondisi perairan suatu daerah dapat dinyatakan layak atau tidak. Keong bakau merupakan salah satu salah satu pakan untuk kegiatan pembesaran lobster karena dinilai kandungan protein pada keong bakau cukup tinggi yaitu Protein 12,16 %, Lemak 0,38%, Asam amino essensial tertinggi berupa asam glutamat 1,20%, Asam amino non essensial berupa histidin 1,65%, Asam lemak jenuh tertinggi yaitu palmitat 27,81%, Asam lemak tidak jenuh linoleat 9,03%. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui kondisi pertumbuhan budidaya lobster mutiara (Panulirusornatus) dan untuk mengetahui tingkat kelulusan hidup lobster mutiara (Panuliru ornatus) di Perairan Mulut Seribu. Data penelitian disajikan dalam bentuk grafik dan diagram kemudian dibahas secara deskriptif. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa data kualitas air selama penelitian berada pada kisaran yang optimal, (Suhu, 29°-31⁰C dan Salinitas, 33-35 ppt), untuk laju tingkat pertumbuhan rata-rata pada ukuran baby lobster dari awal pemeliharaan sampai akhir pemeliharaan menunjukan tingkat rataan 6 gram/ekor dan memberikan tingkat kelulusan hidup 99%.
Kata kunci: Lobster Mutiara (Panulirus ornatus),KJA, Pakan, Parameter kualitas air, Kelangsungan Hidup</note>
<classification><![CDATA[542.43]]></classification><ministry><![CDATA[54243]]></ministry><studentID><![CDATA[1913010031]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20230626]]></identifier><departementID><![CDATA[Budidaya Perairan]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[542.43 NEM S]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[cover-skripsi-bud-perairan_1.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[18024]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-10-30 08:48:50]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-10-31 10:32:23]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>