<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="18070">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Budaya Tam Uim Reu (Masuk Rumah Adat) Dalam Penanganan Pasien Patah Tulang Di Rumah Adat Babafa, Desa Umutnana, Kecamatan Sasitamean, Kabupaten Malaka]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>APRILIA FRANSISKA KARUNIA ASSIT</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>PETRUS ROMEO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Afrona E. L. Takaeb</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Petrus Romeo</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Ribka Limbu</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>AFRONA TAKAEB</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2023]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[10]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xiii + 124 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Budaya Tam Uim Reu (memasuki rumah adat) merupakan pengobatan patah tulang (fraktur) yang dilakukan di dalam Rumah Adat Babafa, Desa Umutnana, Kecamatan Sasitamean, Kabupaten Malaka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi budaya Tam Uim Reu dalam pengobatan pasien fraktur. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Jumlah informan dalam penelitian ini adalah 4 orang, diantaranya dukun fraktur, juru bicara adat Babafa,  pasien fraktur yang pernah menggunakan pengobatan budaya Tam Uim Reu, dan petugas kesehatan setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengobatan fraktur pada budaya ini dilakukan di dalam rumah adat dengan memberikan uang logam gulden Ratu Wilhelmina sebagai syarat masuknya. Setelah memasuki rumah adat, pasien dibersihkan sesuai adat, kemudian memberikan sejumlah uang kepada dukun fraktur untuk mendapatkan obat tradisional untuk mengobati fraktur. Pasien fraktur sebaiknya membawa serta saudara sedarah untuk membantu dukun fraktur selama pengobatan. Selama berobat, pasien harus mematuhi pantangan dan larangan sesuai adat istiadat yang berlaku. Pengobatannya dilakukan dengan cara Tatobi (kompres air hangat) pada luka fraktur, dampaknya mengurangi rasa sakit dan pembengkakan, kemudian ditempelkan obat fraktur budaya Tam Uim Reu, saat melakukan Tatobi, menggunakan media batang pisang luan (Musa Paradisiaca) yang dicincang, getah pisangnya berfungsi sebagai antioksidan untuk membantu penutupan luka, kemudian menggunakan bambu sebagai alat penyangga untuk mereposisi tulang yang patah dan bergeser. Setelah pengobatan selesai dan pasien fraktur sudah sembuh, maka pasien fraktur dan dukun patah tulang harus mengadakan prosesi adat sebagai ucapan terimakasih kepada leluhur atas kesembuhan yang diperoleh, setelah itu pasien dapat keluar dari rumah adat dan istirahat di rumah

Kata kunci : Pengobatan, fraktur, Rumah adat, Tam Uim Reu
Daftar Pustaka : 28 (2007-2022)</note>
<classification><![CDATA[132.01]]></classification><ministry><![CDATA[13101]]></ministry><studentID><![CDATA[1907010142]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20230927]]></identifier><departementID><![CDATA[Kesehatan Masyarakat]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[132.01 ASS B]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="21854" url="" path="/13201-S1-1907010142-2023-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Budaya Tam Uim Reu (Masuk Rumah Adat) Dalam Penanganan Pasien Patah Tulang Di Rumah Adat Babafa, Desa Umutnana, Kecamatan Sasitamean, Kabupaten Malaka]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[skripsi-prodi-ikm.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[18070]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-10-31 12:20:03]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-11-02 13:35:49]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>