<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="18128">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Kajian Yuridis Dalam Penyelesaian Di Luar Pengadilan (Restorative Justice) Dalam Kasus Kecelakaan Lalu Lintas Yang Mengakibatkan Korban Meninggal Dunia Di Sabu-Raijua]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>VANDRIT APDARIUS PRATAMA NDAUMANU</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>ORPA GANEFO MANUAIN</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>RUDEPEL PETRUS LEO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Prof. Dr. Jimmy Pello, S.H., M.S.</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Dr. ORPA GANEFO MANUAIN, S.H.,M.H</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Dr. Rudepel Petrus Leo, S.H., M.Hum</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2023]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[10]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xii + 65 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Adapun kasus kecelakaan lalu lintas yang menjadi fokus penelitian ini adalah lakalantas yang dilakukan oleh anak. Seorang anakyang sedang mengendarai sepeda motor dengan kecepatan yang tidak stabil, atau dengan kata lain “kebut-kebutan”, menyebabkan ia kehilangan keseimbangan hingga melaju ke luar arus transportasinya, sehingga menabrak salah seorang pengendara sepeda motor lainnya, serta mengakibatkan korban tersebut mengalami benturan di kepala sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia. Kasus tersebut di atas diselesaikan dengan restorative justice Tindak pidana menurut kaca mata keadilan restoratif, adalah suatu pelanggaran terhadap manusia dan relasi antar manusia.Dan adapun rumusan masalah dalam penelitian ini: (1) Apakah dasar hukum penyelesaian di luar Pengadilan (Restorative Justice) terhadap kasus kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan korban meninggal dunia di Sabu-Raijua? (2) Bagaimanakah pengawasan Restorative Justice terhadap penyelesaian kasus kecelakaan lalulintas di Sabu-Raijua?.
Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris dengan menggunakan pedoman wawancara terhadap empat responden (narasumber). Data dianalisis secara deskriptif-kualitatif. 
          Hasil penelitian ini menunjukan: (1) Dasar hukum kecelakaan lalulintas terdapat Pasal 310A UU LLAJ: Pasal ini menyebutkan bahwa pengemudi kendaraan bermotor yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia akibat kelalaiannya dapat dikenai sanksi pidana. (2) Pengawasan restorative justive perkara pidana kecelakaan lalu lintas yang dapat diselesaikan dalam tahap penyidikan atau di luar peradilan yaitu dalam kasus ini ditempuh diversi karena putusan pidana di bawah 7 Tahun, adanya kesepakatan kedua belah pihak  berdasarkan kajian yuridis terhadap penyelesaian di luar pengadilan (restorative justice) terhadap kasus kecelakaan lalulintaas yang mengakibatkan korban meninggal dunia di Sabu-Raijua, untuk kasus yang diangkat, hasil kesepakatan pelaku dan korban tidak di minta penetapan pengadilan sesuai ketentuan Undang-undang, tetapi sampai dengan saat ini tidak ada masalah lain yang terjadi.
         Berdasarkan hasil penelitian perkara pidana kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Sabu-Raijua, pada kasus ini karena pelakunya adalah anak, ancaman pidana di bawah 7 tahun maka ditempuh dengan diversi atau diselesaikan secara restorative justice, dalam kasus tersebut tidak adanya penetapan pengadilan,tetapi sampai dengan saat ini tidak ada masalah terkait dengan penyelesaian yang di tempuh dengan restorative justice.

Kata Kunci: Dasar hukum, penyelesaian di luar pengadilan (Restorative Justive) kecelakaan lalulintas korban meninggal dunia, pengawasan</note>
<classification><![CDATA[742.01]]></classification><ministry><![CDATA[74101]]></ministry><studentID><![CDATA[1902010129]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20230911]]></identifier><departementID><![CDATA[Ilmu Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[742.01 NDA K]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[skripsi-bag-huk-pidana.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[18128]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-11-01 12:46:00]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-11-02 13:24:30]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>